Kamis, 2 April 2020 | 12:59 WIB
Korupsi
Kerugian Negara Rp16,81 Triliun, Kejagung Janji Rebut Seluruh Aset Tersangka
Senin, 9 Maret 2020 | 22:13 WIB
ST Burhanuddin-Jaksa Agung - ist

Skalanews - Jaksa Agung ST Burhanuddin berjanji pihaknya akan menuntaskan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan dana asuransi PT Jiwasraya.

Hal itu menyusul nilai kerugian negara yang fantastis dalam kasus ini. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebelumnya merilis kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp 16,81 triliun.

Terdiri dari kerugian negara investasi saham Rp 4,65 triliun dan akibat investasi reksa dana Rp 12,16 Triliun.

"Kami menyita Rp 13,1 triliun, kerugian 16,9 triliun, pasti sampai kapan pun kalau tersangka masih punya hartanya, bahkan sampai putus pun kami bisa mengejar aset-aset itu. Jadi bukan hanya sekarang saja aset-Aset itu," kata Burhanuddin saat jumpa pers dengan BPK di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (9/3).

Menurut Burhanuddin, Kejagung akan mengejar seluruh aset-aset yang diduga didapatkan dari hasil korupsi yang membuat negara merugi triliunan tersebut.

"Sampai kapan pun akan kami kejar kalau kita ketahui dia masih ada hartanya, itu adalah aturannya. Jadi kita akan pasti akan kami cari sampai mana pun," janjinya.

Dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan enam. Mereka adalah Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

Lalu, Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Utama PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo dan mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan. (Frida Astuti/Bus)


  
  
TERPOPULER
Index +