Selasa, 25 Februari 2020 | 00:03 WIB
Mingguan
Singgung Omnibus Law, Jokowi Sebut Regulasi di Indonesia Terlalu Banyak
Selasa, 28 Januari 2020 | 12:29 WIB
-

Skalanews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung pentingnya keberadaan Rancang Undang-Undang Omnibus Law.

Dikatakan Jokowi saat hadir pada sidang pleno khusus Mahkamah Konstitusi (MK), di Gedung MK, Jakarta, Selasa (28/1), Omnibus Law sangat penting untuk penyederhanaan peraturan.

"Kita harus menyederhanakan, wajib memangkas kerumitan-kerumitan agar kita menjadi bangsa yang memiliki daya saing, kompetitif di tingkat dunia," kata Jokowi.

Diungkap Jokowi, gemuknya aturan menghambat kemajuan bahkan membuat Indonesia kalah bersaing dengan negara lain.

"Buat aturan turunan yang terlalu banyak, yang tidak konsisten, yang terlalu rigid, dan mengekang ruang gerak kita sendiri," sambungnya.

Omnibus Law diharapkan memecah kebuntuan rumitnya aturan di birokrasi. Disebut Jokowi, terdapat sekitar 8.451 peraturan pusat dan 15.985 peraturan daerah.

"Kita mengalami hyper regulasi, obesitas regulasi. Membuat kita terjerat oleh aturan yang kita buat sendiri. Oleh karena itu mulai dari PP, Perpres, Permen, Perdirjen, Perda harus kita sederhanakan," pungkasnya. (Frida Astuti/Bus)


  
  
TERPOPULER
Index +