Senin, 9 Desember 2019 | 11:29 WIB
Sumatera dan Kalimantan Hujan, Hotspot Berkurang
Minggu, 1 November 2015 | 21:04 WIB
(Ilustrasi) - [Ist]

Skalanews - Hujan yang menguyur Sumatera dan Kalimantan, mengurangi titik api (Hotspot), kabut asap pun berkurang dan jarak pandang menjauh serta kualitas udara membaik.

Bahkan kondisi cuaca di Pekanbaru sepanjang hari cerah berawan, dengan jarak pandang mencapai 10.000 meter.

"Suatu hal yang cukup langka sebelumnya. Begitu juga daerah lain yang sebelumnya terkepung asap akibat karhutla," kata Sutopo, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan elektronik, Minggu (1/11).

Namun, lanjut Sutopo,  semua pihak harus tetap waspada karena potensi kebakran hutan dan lahan (karhutla) tetap tinggi, karena El Nino masih kuat dan akan memberikan dampak berkurangnya curah hujan di wilayah Indonesia, khususnya‎ bagian selatan khatulistiwa.

"BMKG memperkirakan awal Desember baru mulai musim hujan. Itu pun hujannya kemungkinan di bawah normal," ujar Sutopo.

Untuk itu, Sutopo mengimbau kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. "Jangan lengah, jangan sampai marak lagi pembakaran. Di beberapa tempat api belum padam total," ungkapnya.

Sementara itu, pemerintah hingga saat ini masih terus mengintensifkan penanganan karhutla, melalui operasi udara, darat, penegakan hukum, pelayanan kesehatan masyarakat dan sosialisasi.

Berdasarkan pantauan satelit Terra Aqua kondisi hotspot pada Minggu (1/11) pukul 17.00 WIB, di Sumatera terdeteksi 3 titik, sedangkan di K‎alimantan 155 titik yaitu Kalsel 27, Kalteng 35, Kaltim 92, Kaltara 1.‎  

"‎Satelit tidak melintas keseluruhan Sumatera sehingga tidak terdeteksi. Pada pagi hari di Sumatera terdapat 199 titik, dimana di Sumsel 115 titik," kata Sutopo.

Sedangkan, jarak pandang dan cuaca pukul 17 WIB, di Padang 4.000 meter berasap, Pekanbaru 10.000 meter cerah-berawan, Jambi 4.000 metwr berawan, Palembang 1.500 meter berasap, ‎Pontianak 10.000 meter berawan, Ketapang 10.000 meter berawan, Palangkaraya 4.000 meter guntur-hujan, dan Banjarmasin 7.000 meter berawan.

Indeks kualitas udara (PM10) di ‎Pekanbaru 64 sedang, Jambi 62 sedang, Palembang 175 tidak sehat, ‎ Pontianak 15 baik, Banjarbaru 25 baik, Samarinda 25 baik, dan Palangkaraya 184 tidak sehat. ‎(Deddi Bayu/buj)