Selasa, 25 Juni 2019 | 04:35 WIB
Bitung Sebagai Pintu Gerbang Baru Pasar Ekonomi Global
Senin, 5 Oktober 2015 | 00:53 WIB
ilustrasi -

Skalanews - Penjabat Gubernur Sulut Dr Soni Sumarsono mengatakan Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memiliki nilai strategis menjadi pintu gerbang baru Indonesia di pasar ekonomi global.

"Momentum perdagangan bebas Asean dan Tiongkok hendaknya membuka mata atas kekuatan Indonesia untuk memainkan pasar yang lebih fleksibel dengan Bitung Sulawesi Utara sebagai 'new gateway of' Indonesia," kata Sumarsono, di Manado, Minggu (4/10).

Karena itu dia mengharapkan, pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung-Kabupaten Minahasa Utara berjalan lancar dan mendapatkan dukungan sehingga pembangunan di daerah ini semakin maju.

Penjabat Gubernur yang juga Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) ini mengatakan, Kota Bitung memiliki nilai strategis karena dari potensi geoposisi berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik.

Posisi geografi ini, lanjut alumni Universitas Gajah Mada ini, memiliki tiga keuntungan sekaligus yaitu geo strategi, geo ekonomi dan geo politik.

"Pelabuhan Bitung yang berada di bibir Pasifik, cukup penting bagi Indonesia untuk memainkan roda perekonomian Indonesia," jelasnya.

Keuntungan geografis yang dimiliki Kota Bitung, kata dia, semestinya secara sadar dimanfaatkan oleh pemerintah pusat dalam meningkatkan daya saing ekonomi sekaligus penetrasi pasar ekspor ke negara Asia Pasifik.

Asisten Ekonomi Pembangunan Sanny Parengkuan menambahkan, luas area KEK Bitung-Minahasa Utara 534 hektare, sedangkan rencana pengembangannya kurang lebih 2.500 hektare.

Pengembangannya, jelas dia, untuk zona pengolahan ekspor, industri dan logistik, sementara "core business" dipersiapkan untuk pengolahan ikan dan hasil laut lainnya, pengolahan kelapa dan turunannya serta aneka industri berbasis agro. (bus/ant)