Kamis, 5 Desember 2019 | 21:27 WIB
DPRD Jatim Minta Soekarwo Berlakukan Darurat Kebakaran Hutan
Selasa, 27 Oktober 2015 | 18:35 WIB
Mohammad Eksan - [Wahyu/Skalanews]

Skalanews - Terbakarnya beberapa hutan di Jatim seperti yang terjadi Gunung Semeru, Gunung Penanggungan, dan Gunung Lawu mengundang keprihatinan DPRD Jatim.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Mohammad Eksan, mengatakan kebakaran hutan merupakan musibah ekologis yang luar biasa dan berdampak pada berbagai hal dalam waktu jangka panjang.

Di Jawa Timur akan timbul kabut asap, menurunya produksi kayu, rusaknya paru bumi, berkurangnya resapan air, banjir, longsor dan sebagainya. Rentetan musibah ekologis akan semakin memanjang bila, pemerintah tak segera dan sigap mengatasi kasus kebakaran hutan yang terus meluas di berbagai daerah di Indonesia.

Karena itu, kata politisi asal Partai NasDem ini, untuk mengatasi meluasnya kebakaran hutan, pemerintah harus mengatasi dengan pendekatan teknis dan nonteknis.

Perhutani, masyarakat pinggiran hutan, BPBD, organisasi kemasyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan, serta masyarakat pada umumnya agar bahu membahu, bersama dan bekerjasama mengatasi kasus kebakaran hutan tersebut.

"Gubernur Jatim juga sudah saatnya mulai memberlakukan darurat kebakaran hutan di Jatim," ungkap Eksan di Surabaya, Selasa (27/10).

Eksan mengatakan proses penyelamatan hutan harus melibatkan banyak pihak, agar mereka merasa ikut dalam membangun hutan.

Sementara itu, terpisah, Wagub Jatim Saifullah Yusuf mengatakan ada sekitar 60 titik api membakar beberapa hutan di kawasan pegunungan yang ada di provinsi paling timur Pulau Jawa ini. Penyebab kebakaran itu, rata-rata murni karena unsur ketidaksengajaan dan peristiwa alam, sebagai imbas dari musim kemarau. (Wahyu/Bus)