Rabu, 11 Desember 2019 | 01:57 WIB
Dinas Pasar Diminta Sesuaikan Target APBD 2016 dan KUA PPAS
Selasa, 10 November 2015 | 03:28 WIB
ilustrasi -

Skalanews - Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kota Padang, Sumatera Barat, meminta Dinas Pasar setempat menyesuaikan target pendapatan 2016 dengan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) yang telah ditetapkan.

"Kepala Dinas Pasar mengajukan target untuk APBD Kota Padang 2016 sebesar Rp11 miliar, target ini di bawah yang telah ditetapkan dalam KUA-PPAS yaitu Rp17 miliar," kata Koordinator Pansus I Wahyu Iramana Putra di Padang, Senin (9/11).

Ia mengatakan jika target pendapatan telah ditetapkan dalam KUA-PPAS, maka target tersebut tidak bisa lagi diturunkan.

"Target pendapatan tersebut kalau bisa naik. Namun kalau diturunkan, hal ini berarti KUA PPAS harus dibatalkan dulu dan diulang lagi dari awal," kata dia.

Pansus I yang membahas pendapatan untuk APBD 2016 terus berupaya menggali dan memaksimalkan potensi-potensi yang ada untuk meningkatkan pendapatan.

Ia mengatakan agar setiap kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memiliki jiwa enterprenir untuk dapat memaksimalkan potensi pendapatan yang selama ini belum tergarap.

Anggota Pansus I Helmi Moesim mengatakan Dinas Pasar perlu memiliki kiat-kiat tertentu yang dalam mencapai realisasi target yang telah ditetapkan.

"Dinas Pasar perlu lebih optimal dalam mencapai target karena realisasi tahun 2015 hingga 30 Oktober baru 28,44 persen atau Rp2 miliar lebih dari target Rp9 miliar lebih," kata dia.

Sementara Kepala Dinas Pasar Padang Endrizal mengatakan akan meningkatkan kinerja dan target pendapatan seiring disahkannya peraturan daerah (perda) tentang retribusi.

"Kami yakin dapat meningkatkan pendapatan dengan adanya ketetapan atau revisi perda tentang retribusi ini," ujar dia.

Peningkatan pendapatan tersebut akan diperoleh dari retribusi pedagang yang akan ditempatkan di inpres blok II yang ditargetkan selesai pada Desember 2015 dan mulai beroperasi Maret 2016 serta pendapatan daro blok I yang belum tergarap maksimal.

Selain itu juga akan ada pemasukan dari pasar Lubuk Buaya karena pedagang yang berjualan di sepanjang pinggir jalan akan dipindahkan ke bangunan baru yang diperkirakan selesai pada Desember 2015 dan mulai beroperasi Februari 2016.

Ia mengatakan terkait realisasi target pendapatan tahun 2015, akan bisa dicapai sebesar Rp4,5 miliar jika Sentra Pasar Raya (SPR) sudah membayar kewajiban mereka ke pemerintah kota, namun jika tidak dibayar maka diperkirakan hanya akan tercapai Rp3,3 miliar. (bus/ant)