Senin, 18 November 2019 | 03:39 WIB
Jumlah Bank Pelaksana KUR Harus Diperbanyak
Senin, 18 Januari 2016 | 19:01 WIB
Ilustrasi - [skalanews]

Skalanews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional Jawa Tengah menyatakan, jumlah bank pelaksana kredit usaha rakyat (KUR) untuk 2016 harus diperbanyak.

"Jumlah bank yang ditunjuk sampai minggu lalu belum ada tambahan, baru tiga bank BUMN itu. Padahal harus ada banyak bank yang bisa menyalurkan KUR, mengingat penyaluran plafon KUR nasional sebanyak Rp120 triliun tidak mudah direalisasikan," kata Kepala OJK Kanreg Jateng Santoso Wibowo di Semarang, Senin (18/1).

Mengenai kemungkinan Bank Jateng sebagai salah satu pelaksana KUR pada 2016, pihaknya berharap, rencana tersebut dapat segera terealisasikan.

Tidak hanya dari bank, pihaknya juga berharap, agar BPR dan koperasi simpan pinjam dapat digandeng oleh Pemerintah untuk ikut menyalurkan KUR.

"Baik itu BPR maupun koperasi simpan pinjam harus dilibatkan. Jika tidak, maka akan sulit tercapai," katanya.

Meski belum diumumkan secara pasti berapa plafon KUR untuk Jawa Tengah, pihaknya memprediksi, plafon KUR Jateng tersebut sekitar Rp10 triliun.

Terkait dengan total plafon tersebut, pihaknya optimistis, penyaluran dapat dilakukan secara optimal, mengingat bunga kredit hanya 9 persen.

Meski demikian, selama jumlah penyalur KUR harus diperbanyak.

"Apalagi sekarang sudah diperluas juga yang namanya KUR kredit produktif, yaitu untuk pegawai yang punya usaha baik negeri, BUMN, maupun swasta. Selama istri atau suaminya memiliki usaha produktif, maka boleh ambil KUR," katanya.

Sementara itu, terkait dengan non performing loan (NPL), pihaknya berharap, agar tidak lebih dari 5 persen.

"Akan lebih baik lagi tidak lebih dari 3 persen, mengingat NPL secara keseluruhan di Jateng ini hanya sekitar 3 persen. Seharusnya KUR bisa kurang dari itu," katanya.

Meski demikian, secara keseluruhan pihaknya berharap dengan disalurkannya KUR untuk kalangan UMKM tersebut, dapat menjembatani adanya perbedaan antara yang kaya dengan yang miskin. (ant/tat)


  
  
TERPOPULER
Index +