Minggu, 8 Desember 2019 | 06:53 WIB
BI Perkirakan Manado Alami Deflasi 0,1-0,4 Persen
Kamis, 28 Januari 2016 | 09:47 WIB
Ilustrasi - [ist]

Skalanews - Bank Indonesia (BI) memperkirakan, pada Januari 2016 Kota Manado akan mengalami deflasi di kisaran 0,1-0,4 persen. Hal itu terjadi, karena adanya penurunan harga beberapa komoditas.

"Perhitungan kami Kota Manado pada Januari akan mengalami deflasi, akibat penurunan harga tomat, cabai rawit dan angkutan udara," kata Kepala BI Perwakilan Sulut Peter Jacobs di Manado, Kamis (28/1).

Dia mengatakan, penurunan harga tomat, cabai rawit dan angkutan udara, memang kelihatan cukup signifikan. Sehingga diperkirakan Kota Manado alami deflasi.

Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga, yakni daun bayam, bawang merah, bawang putih, pisang dan kangkung. Namun pergerakannya tidak sebanding dengan penurunan tomat, cabai dan angkutan udara. Sehingga Kota Manado diperkirakan alami deflasi.

Peter mengatakan, cabai rawit yang selalu memicu deflasi maupun inflasi Kota Manado. Sehingga pemerintah dan pemangku kepentingan, harus mengambil langkah-langkah strategis.

BI, katanya, tahun ini akan berusaha mengembangkan klaster cabai di tiga kabupaten kepulauan, karena daerah tersebut juga salah satu pemicu inflasi Kota Manado cukup tinggi.

"Tiga kabupaten tersebut, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud," jelasnya.

Karena, kata dia, harga cabai bisa dua kali lipat dari harga di sentra perdagangan Kota Manado, dan merupakan salah satu pemicu harga cabai di Manado mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Dia berharap, pengembangan klaster cabai rawit ini dapat mengatasi persoalan harga cabai yang hampir setiap bulan terjadi dan selalu memicu inflasi.

Dan, katanya, tim pengendali inflasi daerah (TPID) harus bekerja secara maksimal dan memantau setiap pergerakan harga di kabupaten dan kota agar secepatnya diantisipasi. (ant/tat)


  
  
TERPOPULER
Index +