Minggu, 26 Januari 2020 | 21:30 WIB
Inflasi Desember 2016 di Kendari 0,13 Persen
Selasa, 3 Januari 2017 | 16:37 WIB
Ilustrasi - [ist]

Skalanews - Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), selama Desember 2016 mengalami inflasi 0,13 persen. Atau lebih rendah, dibanding inflasi nasional 0,42 persen. Sedangkan Kota Baubau (Sultra) mengalami inflasi hingga 0,59 persen.

Kepala BPS Sultra, Atqo Mardiyanto di Kendari, Selasa (3/1), mengatakan, terjadinya inflasi itu disebabkan karena adanya beberapa kelompok pengeluaran yang memberi andil. Sehingga mempengaruhi harga sejumlah kebutuhan, yang menyebabkan inflasi.

"Dari 82 kota yang menghitung IHK, 78 kota yang tercatat inflasi dan hanya empat kota yang tercatat deflasi. Inflasi tertinggi di Lhoksumawe 2,25 persen. Dan inflasi terendah di Padangsidempuan, dan Tambilahan 0,02 persen," katanya.

Sementara deflasi tertinggi di Kota Manado Sulawesi Utara 1,52 persen. Dan deflasi terendah di Kota Tegal 0,09 persen.

Sedangkan penyumbang inflasi tertinggi selama Desember 2016, lanjut Aqto, terjadi pada lima kelompok pengeluaran, --di antaranya kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, kesehatan, pendidikan rekreasi dan olah raga, serta jasa transportasi.

Sementara dua kelompok pengeluaran lainnya yang mempengaruhi deflasi adalah bahan makanan, dan sandang dengan prosentasi capaian masing-masing 0,146 persen dan 0,044 persen.

"Walaupun lima kelompok pengeluaran itu alami inflasi. Namun jika dihitung tingkat inflasi dari tahun kalender 2016 dan tahun ke tahun alami inflasi yang cukup tinggi, yakni 3.07 persen," ujarnya.

Sementara Kota Baubau, inflasi tahun kalender maupun inflasi tahun ke tahun hanya 1,71 persen. (ant/tat)