Kamis, 12 Desember 2019 | 23:05 WIB
Ekspor Ikan di Kawasan KTI Naik 24,7 Persen di 2016
Senin, 16 Januari 2017 | 08:13 WIB
-

Skalanews - Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar (BKIPM) menyatakan untuk komoditi ekspor hasil perikanan di Kawasan Timur Indonesia menunjukkan kinerja memuaskan sepanjang 2016.

Kepala BKIPM Makassar, Teguh Samudro di Makassar, Minggu, mengatakan pada tahun 2016 sektor perikanan mengalami peningkatan ekspor sebesar 24,7 persen dibandingkan tahun 2015.

"Komoditi ekspor yang diawasi karantina ikan terdiri atas komoditi perikanan segar, beku, kering maupun hidup melalui bandara dan pelabuhan laut sebesar 33.037 ton dan 1.785.322 ekor. Ini berarti, ekspor kita tidak hanya berjalan, tapi sudah berlari," katanya.

Ia menjelaskan, untuk lalu lintas domestik keluar, volume yang dikirim sebesar 26.802 ton dan 365.131.008 ekor. Tidak sampai disitu saja, kata dia, kontribusi BKIPM Makassar untuk meningkatkan kinerja ekspor adalah dengan menekan jumlah kasus penolakan ekspor ke negara mitra.

"Tentunya produk perikanan yang dikirim harus memenuhi standar internasional yaitu bermutu, sehat dan aman dikonsumsi," ujar Teguh.

Teguh mengingatkan, bahwa dinamika perdagangan global juga menuntut strategi baru dalam pengelolaan sumber daya untuk mendapatkan bahan baku yang kontinyu dan berkelanjutan.

Salah satunya dengan kebijakan pemberantasan IUU Fishing oleh KKP untuk mewujudkan pilar kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan. Perbaikan konektivitas distribusi logistik harus memenuhi sistem rantai dingin, dan yang tidak kalah penting adalah penyederhanaan rantai tata niaga produk perikanan dari hulu ke hilir.

"Setelah mencatat prestasi dengan program Merdeka Ekspor, peningkatan ekspor hasil perikanan membuat iklim investasi Sulsel semakin kondusif bagi investor," ujarnya.

Sebelumnya, BKIPM juga memperkuat kerjasama dengan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin Makassar.

Kedua pihak juga telah melakukan pertemuan pada Agustus 2016 untuk mempertajam kerjasama pengembangan sumberdaya manusia dan meningkatkan silaturahmi antara BKIPM Makassar sebagai mitra kerja FIKP Unhas. Beberapa bentuk kerjasama yang telah dilakukan antara lain berupa pelatihan, inhouse training, magang maupun riset.

Apalagi tantangan bagi perguruan tinggi memang dituntut membekali lulusannya dengan keahlian yang dipersyaratkan dunia kerja.

Dengan pertemuan dua pihak tersebut, kedepannya diharapkan BKIPM Makassar berkontribusi dalam memfasilitasi lulusan perguruan tinggi dari sektor perikanan untuk mendapatkan sertifikat kompetensi yang diperlukan oleh dunia kerja seperti sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dan Good Quarantine Practices (GQP). (bus/ant)