Jumat, 25 Mei 2018 | 10:39 WIB
Nomor Urut 1, Khofifah-Emil Yakin Satukan Dukungan Masyarakat Jatim
Selasa, 13 Februari 2018 | 22:07 WIB
-

Skalanews - Pasangan Cagub-Cawagub Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak mendapat nomor urut 1 di Pilgub Jawa Timur 2018. Bagi Khofifah, angka tersebut menjadi penguatan sinyal atau pertanda kemenangannya di Pilgub Jatim kali ini.

"Ini nomor yang baik, satu berarti mempersatukan atau menyatukan seluruh  entitas masyarakat Jawa Timur. Persatuan ini menjadi modal utama membangun Jawa Timur ke arah yang lebih berkeunggulan ," ungkap Khofifah seusai Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Pengumuman Nomor Urut Pasangan di Surabaya, Selasa (13/4).

Menurutnya, angka satu sangat mudah diingat oleh masyarakat. Selain itu, angka satu juga bermakna sesuatu yang baru, harapan baru, sekaligus menunjukkan suatu kualitas.

"InsyaAllah, saya dan mas Emil akan membawa perubahan yang berkeunggulan  bagi Jawa Timur di berbagai lini dan kehidupan masyarakat," ujarnya.

Terpisah, Emil menilai, mendapatkan nomor urut satu sebagai anugerah tersendiri. Nomor satu, buat dia, juga sebagai bentuk motivasi untuk membuat Jawa Timur yang terus  lebih baik lagi.

"Alhamdulillah, kami berharap juga menjadi nomor satu, karena tujuan kami juga satu, yaitu mempercepat  pemerataan  kesejahteraan bagi seluruh rakyat Jawa Timur," ungkapnya.

Namun demikian, baik Khofifah maupun emil sama-sama menilai nomor urut bukan menjadi acuan kemenangan. Karena bagi keduanya, kemenangan bergantung pada adu konsep dan gagasan membangun JawaTimur.

Khofifah mengaku telah merumuskan sembilan program prioritas yang diberi nama Nawa Bakti Satya untuk pencalonannya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018. Program tersebut menjadi senjata Khofifah-Emil membangun Jawa Timur.

"Nawa Bakti Satya maknanta sembilan program unggulan yang kita  baktikan untuk  kemulyaan masyarakat Jawa Timur . Mulia dimata masyarakat, mulia dimata bangsa-bangsa lain dan mulia dihadapan Allah SWT," tuturnya.

Khofifah berharap kontestasi Pilgub Jatim 2018 bisa berjalan dengan guyub rukun tanpa adanya perpecahan akibat berbeda pilihan. Dengan demikian, pesta demokrasi 5 tahunan ini bisa benar-benar dinikmati seluruh masyarakat.(wahyu/dbs)