Sabtu, 15 Desember 2018 | 02:21 WIB
La Nyalla Janjikan Penguatan Pendidikan Kewirausahaan
Minggu, 23 September 2018 | 05:32 WIB
La Nyalla Mattalitti - [ist]

Skalanews - Calon anggota DPD RI dari daerah pemilihan Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti terus turun ke masyarakat di semua lini termasuk menemui eks kombatan, salah satunya dengan bersilaturahim ke Yayasan Lingkar Perdamaian, di Desa Tenggulun Kecamatan Selokuro, Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (22/9).

Kedatangan calon senator nomor urut 22 ini disambut langsung oleh eks kombatan sekaligus Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian, Ali Fauzi.

La Nyalla mengaku salut dengan inisiatif Ali dan eks kombatan lain di yayasan tersebut. Ke depan, diperlukan berbagai program komprehensif untuk melakukan deradikalisasi.

“Salah satunya adalah kewirausahaan. Jadi berjihad bukan dalam arti fisik atau menyerang, tapi juga berbuat kebaikan melalui kewirausahaan yang bisa membuka lapangan kerja, mengentaskan pengangguran, membantu orang miskin, menyejahterakan keluarga. Insya Allah bisnis yang dijalankan dengan jujur itu pahalanya luar biasa,” ujar La Nyalla.

Sebagai ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim serta puluhan tahun menjadi pengusaha, La Nyalla memahami betul pentingnya pendidikan kewirausahaan di semua lapisan masyarakat.

"Dulu saya nekat bisnis karena kepepet enggak punya uang. Sekarang harus beda. Harus dididik agar bisnisnya semakin bagus. Yayasan Lingkar Perdamaian bisa menjadi jembatan untuk menyebarkan jihad ekonomi, jihad wirausaha yang berkah ke masyarakat. Sehingga dengan sendirinya deradikalisasi berjalan," jelas mantan ketum PSSI ini.

Sementara itu Ali Fauzi mengatakan pihaknya berharap kedatangan La Nyalla ke yayasan Lingkar Perdamaian mendatangkan berkah.

"Selamat datang, Bang Nyalla. Terima kasih berkunjung ke yayasan kami. Semoga berkah bagi kita semua," kata Ali Fauzi yang tak lain adalah adik dari almarhum Amrozi, terpidana kasus terorisme Bom Bali.

Ali Fauzi mengatakan pihaknya akan membantu semampunya untum mendukung program La Nyalla jika terpilih menjadi senator.

Sekadar diketahui, yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) sendiri didirikan mantan pentolan Jamaah Islamiyah (JI) dan mantan instruktur perakit bom, Ali Fauzi, bersama para mantan napi teroris (napiter).

Selain terlibat dalam Bom Bali, Ali Fauzi juga melatih milisi Ambon dan Poso, hingga kemudian tertangkap pada 2004 di Filipina. Yayasan Lingkar Perdamaian kini eksis dalam menjalankan program deradikalisasi.(wahyu/dbs)