Sabtu, 15 Desember 2018 | 03:29 WIB
3 Jiwa Meninggal, Seluruh Warga Madura Rasakan Gempa
Kamis, 11 Oktober 2018 | 09:06 WIB
Rumah warga di Pulau Sapudi, Madura Jatim ambruk akibat gempa 6,4 SR Kamis (11/10) dini hari - [arif purba/skalanews]

Skalanews - Gempa yang berpusat di perairan Kabupaten Situbondo, Kamis (11/10) jam 01.45 WIB, dirasakan seluruh warga Pulau Madura. Termasuk warga di 24 pulau berpenghuni dari total 128 pulau kecil di Kabupaten Sumenep.

Gempa merusak 27 rumah di Pulau Sapudi, Sumenep itu menelan korban 3 jiwa meninggal dunia dan 18 warga lainnya luka parah dan kini dirujuk ke rumah sakit Sumenep.

Dalam keterangan pers, Bupati Sumenep, Busyro Karim menjelaskan dirinya merasakan langsung getaran gempa bermagnitudo 6,3 SR (skala richter) itu.

"Saya sekeluarga, beserta para penjaga pendopo bupati berhamburan ke halaman. Saya meminta agar menetap di halaman hingga setengah jam untuk memastikan tidak ada gempa susulan," tutur bupati dua periode itu.

Busyro mengaku menerima laporan ada 3 warga Pulau Sapudi yang meninggal dunia. Sebanyak 18 warga lainnya dilarikan ke rumah sakit di Sumenep daratan. Warga Pulau Sapudi sudah mulai tenang dan Kamis pagi ini telah mulai beraktivitas normal, seperti berkegiatan di pasar
tradisional.

"In syaa Allah tidak ada warga Pulau Sapudi yang eksodus mengungsi keluar pulau. Bahkan, warga tidak ada yang mengungsi ke tenda, melainkan warga yang rumahnya rusak mengungsi ke rumah kerabatnya yang selamat dari gempa," papar Busyro.

Busyro mengaku telah melaporkan dampak gempa kepada Gubernur Jatim.

"Jika ada peralatan berat yang kami tidak punya, maka akan minta bantuan Pak Gubernur untuk mendatangkan ke Pulau Sapudi," aku Busyro, sembari menambahkan, ratusan personel polisi dan TNI sedang menuju ke Pulau Sapudi Kamis pagi ini.



Terasa di Pamekasan
Goncangan gempa Kamis (11/10) dini hari itu, juga dirasakan warga kabupaten lain di Madura. Yuni, warga Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, mengaku merasakan getaran gempa dan langsung kabur keluar dari kamar tidurnya.

"Di luar rumah sudah banyak tetangga yang membunyikan kentongan sambil berteriak gempa....gempa..," kata Yuni, mengisahkan.

Puluhan warga tetangga Yuni itu tidak langsung masuk ke rumahnya. "Saya beserta tetangga menunggu di halaman selama setengah jam. Setelah memastikan tidak merasakan goyangan gempa, kami masuk ke rumah. Tapi tetap terjaga dan tak bisa tidur sampai subuh tadi,"
urainya.

Sementara Agus Surahman, warga Jalan Melati kota Sampang, juga merasakan getaran
gempa. "Benar Mas. Tengah malam tadi warga sekampung semburat keluar rumah digoyang gempa," kata Agus.

Namun, gempa yang dirasakan di Pulau Madura itu tidak sampai merusak bangunan. Hanya di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep ada tiga rumah warga yang temboknya kamar tidurnya ambruk. (Arif Purba/bus)