Senin, 22 April 2019 | 21:19 WIB
Jatim Jajaki Sister Province dengan Rusia
Sabtu, 3 November 2018 | 01:44 WIB
Soekarwo bersama Mohamad Wahid Supriyadi - [ist]

Skalanews - Pemprov Jatim menjajaki kerja sama sister Province dengan Rusia. Kerja sama tersebut merupakan penguatan kerja sama antara Jatim dan Rusia.

Dubes Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI di Rusia, Mohamad Wahid Supriyadi mengatakan kunjungan ke Jatim ini untuk mendorong ekspor produk-produk Jatim ke Rusia terutama buah mangga dan perhiasan serta realisasi kerja sama sister Province.

"Saya melihat Jatim punya potensi besar untuk dua komoditi tersebut, apalagi di Rusia walaupun banyak batu mulia tapi pengolahannya masih buruk," katanya di Surabaya, Jumat (2/11).

Selain ekspor, dirinya juga mengajak Provinsi Jatim untuk kembali ikut berpartisipasi dalam Festival Indonesia ke-4 yang akan diselenggarakan tahun depan di Rusia. Alasannya, potensi Jatim sangat digemari dan diminati warga Rusia.

Festival Indonesia merupakan rangkaian kegiatan, mulai dari bisnis forum, pameran, promosi terpadu perdagangan, sampai dengan seni budaya yang digelar oleh KBRI Moskow di Rusia.

"Kami juga menyampaikan usulan pemerintah St. Petersburg yang ingin menjalin hubungan Sister Province dengan Jawa Timur," jelasnya.

Sedangkan Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan daerahnya memiliki potensi besar komoditi buah terutama mangga. Apalagi mangga sangat disukai oleh masyarakat Rusia. Selain mangga, perhiasan juga merupakan salah satu komoditi ekspor besar dari Jatim.

"Di daerah seperti Madiun dan Magetan banyak pohon mangga yang ditanam di pinggir jalan, kita juga ekspor sekitar 800 ton mangga per tahun. Selain itu kita memiliki potensi mangga podang yang warnanya kuning," katanya.

Seperti diketahui, neraca perdagangan Jatim dengan Rusia selama kurun waktu 2014 sampai dengan Juni 2018, setiap tahunnya menunjukkan angka defisit bagi Jatim. Dimana ekspor Jatim ke Rusia dari Januari sampai dengan Juni 2018 sebesar 78,95 juta dolar AS.

Adapun 3 komoditi ekspor utama non migas yaitu bahan kimia organik, alas kaki, lemak dan minyak hewan/nabati. Sementara impor Jatim dari Rusia dari Januari sampai dengan Juni 2018 sebesar 232,11 juta dolar, dengan 3 komoditi utama impor non-migas yaitu besi, baja, pupuk, dan gandum-ganduman. (wahyu/bus)