Selasa, 20 November 2018 | 07:00 WIB
BKKBN Papua Gelar Promosi Pelayanan KB dan KR di Supiori
Kamis, 8 November 2018 | 21:03 WIB
BKKBN Papua Gelar Promosi Pelayanan KB dan KR di Supiori -

Skalanews - Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua menggelar kegiatan promosi pelayanan KB dan keluarga reproduksi (KR) berkualitas dalam era jaminan kesehatan nasional (JKN) di Kampung Duber, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Provinsi Papua.

Kegiatan yang dihadiri kader dan ratusan masyarakat itu dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Kabupaten Supiori, Petronela Yembise.

Kepala Bidang KS-PK BKKBN Provinsi Papua, Jhonny Suwuh menjelaskan, program keluarga berencana ini memberikan dampak pada penurunan angka kematian ibu dan anak serta penanggulangan masalah kesehatan reproduksi.

"Selain itu program ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta meningkatkan derajat kesehatan dan Peningkatan mutu dan layanan KB-KR di wilayah Kabupaten Supiori ini," kata Jhonny di Acara Promosi Pelayanan KB &  KR Berkualitas Dalam Era JKN bersama mitra Tahun 2018 di Kampung Duber, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Papua, Kamis (8/11).

Jhonny menjelaskan, masyarakat harus diberikan informasi yang lebih terkait pelayanan KB yang dilaksanakan di puskesmas di era Jaminan Kesehatan Nasional ini. Ia pun mengapresiasi kaum ibu yang sudah melaksanakan program KB ini sehingga harus dipertahankan dan dilakukan pembinaan berkelanjutan.

"Jadi di era JKN ini, tidak ada paksaan dalam pelayanan KB. Semua masyarakat mendapatkan informasi KB, mulai dari manfaatnya dan keuntungannya. Masyarakat berhak tahu jenis alat kontrasepsi, baik itu KB IUD, Implant, suntik, pil, kondom, maupun pelayanan metode operasional wanita dan pria," imbuhnya.

Karena program ini amat penting dalam kehidupan masyarakat, maka program ini akan terus disosialisasikan demi terciptanya pembangunan manusia yang berkualitas dan keluarga yang sejahtera.

"Kita harus menjaga kesehatan masyarakat, melalui alat reproduksinya dan ekonominya. Harus dijaga keberlangsungannya dalam melaksanakan KB. Menjaganya harus berdasarkan kebutuhan," tandasnya.(Deddi Bayu/dbs)