Selasa, 11 Desember 2018 | 02:57 WIB
Dubes Ngurah Swajaya Jelaskan Potensi Jabar kepada Pengusaha Singapura
Kamis, 6 Desember 2018 | 13:52 WIB
Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya - [ist]

Skalanews -Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya menjelaskan peluang usaha potensial di Bandung dan Jawa Barat (Jabar) dalam berbagai bidang unggulan kepada 18 pelaku bisnis Singapura.

Sebagai bagian dari penerbangan perdana Garuda Indonesia dari Singapura ke Bandung, Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya memimpin misi bisnis yang terdiri dari 18 pelaku bisnis Singapura untuk menghadiri pertemuan bisnis yang diselenggarakan di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Jabar di Bandung, Selasa (4/6).

Pertemuan tersebut guna menjajaki peluang kerja sama dan investasi proyek infrastruktur di Jabar dan peluang ekspor produk unggulan dari Provinsi Jawa Barat.

Beberapa proyek infrastruktur yang ditawarkan mencakup pengolahan sampah, pembangkit listrik hydro, smart city, ekonomi digital, konstruksi, Bandara Kertajati dan pelabuhan laut serta peluang ekspor sayur dan buah segar serta produk kopi khas Jawa Barat. Beberapa pengusaha berminat menjajaki peluang kerja sama dan akan menindaklanjutinya dengan masing-masing mitra potensial yang memiliki proyek-proyek tersebut.

Mulai dari produk ekspor unggulan seperti kopi, teh dan sayur dan buah segar, hingga destinasi wisata yang beragam serta SDM unggul dalam sektor jasa dan khususnya ekonomi digital. Penerbangan langsung seminggu 4 kali akan menjadikan potensi memiliki keunggulan. "Untuk kegiatan ini, kami bekerja sama dengan semua stakeholders seperti Pemprov Jawa Barat, Bank Indonesia, BKPM, Kadin dan Hipmi," ujar Dubes Ngurah.

Selain bertemu dengan pengambil kebijakan, kegiatan misi bisnis ini juga diisi dengan kunjungan ke bernahao obyek dan proyek investasi unggulan Jawa Barat, antara lain: (i) pembangunan aerocity dan infrastruktur pendukung Bandar Udara Internasional Jawa Barat Kertajati, (ii) pengolahan sampah menjadi energi yang terbarukan di Legok Nangka.

Selain itu, (iii) sistem pembangkit listrik tenaga air berupa mini hydro di Kab. Sukabumi dan Kab. Bandung; (iv) pembangunan LRT/monorel Bandung Raya dan jalur kereta akses menuju BIJB-Kertajati (Tanjungsari-Kertajati-Arjawinangun); (v) kawasan industri di Cikarang; (vi) proyek pembangunan berbagai jalan tol meliputi Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap dan akses Pelabuhan Patimban; serta berbagai proyek investasi di bidang agrowisata di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat dan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Kadin Jawa Barat, Hipmi Jawa Barat serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat juga menghadirkan berbagai pelaku UMKM Jawa Barat yang produknya dinilai telah memiliki kualitas dan kapasitas untuk ekspor. Pelaku UMKM yang dihadirkan adalah pelaku yang bergerak di bidang agrikultur/hortikultura, ekonomi kreatif dan ekonomi digital.

Dari sisi ekspor-impor, Jawa Barat mengalami peningkatan surplus neraca perdagangan dari 4,29 miliar dolar AS pada triwulan II 2018 menjadi 5,07 miliar dolar AS pada triwulan III 2018. Hal ini didukung oleh pesatnya pertumbuhan ekspor sebesar 15,1 persen (yoy), khususnya ekspor di industri pengolahan, tekstil, elektronik, otomotif, dan industri kimia ke Amerika Serikat dan ASEAN. Untuk ekonomi digital dan industri 4.0, potensi kerja sama bilateral mencakup untuk pemanfaatan peluang pasar ASEAN.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan baiknya kondisi perekonomian Jawa Barat tersebut adalah salah satu alasan mengapa para investor harus menanamkan modalnya di Jabar.

Gubernur Ridwan Kamil mengundang investor untuk turut mengembangkan program 27 kotanya menjadi destinasi wisata baru, serta mengembangkan program one village one company di 5.000 Desa yang ada di Jawa Barat guna mendukung pembangunan nasional. Adapun proyek yang akan didorong terlebih dahulu adalah pengembangan destinasi wisata dan promosi kopi Jawa Barat.

Gubernur Jabar dan Dubes RI Singapura setuju untuk meningkatkan kerjasama dalam bentuk paket proyek yang kongkrit sehingga dapat memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat di Jawa Barat. [antara/bus]