Selasa, 16 Juli 2019 | 21:45 WIB
Kemenag Sampang Anggarkan Insentif Guru Rp8,6 Miliar
Minggu, 13 Januari 2019 | 09:21 WIB
Guru honorer/ilustrasi -

Skalanews - Pemerintah melalui Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sampang, Jawa Timur, pada 2019, mengalokasikan anggaran insentif guru sebesar Rp8,6 miliar.

"Tunjangan insentif dengan jumlah dana sebesar Rp8,6 miliar ini, khusus untuk guru madrasah non-PNS," kata Kepala Kantor Kemenag Sampang Juhedi di Sampang, Jatim, Sabtu (12/1).

Ia menjelaskan, dana sebesar itu untuk 2.873 guru madrasah non-PNS yang mengajar di lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag Sampang, mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga madrasah aliyah (MA).

Masing-masing guru akan mendapatkan tunjangan insentif sebesar Rp3 juta setahun, dan besaran dana ini sama dengan besaran anggaran yang dialokasikan pada 2018.

Juhedi menjelaskan, guru madrasah yang mendapatkan tunjangan insentif dari APBN itu adalah mereka yang sudah memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

Antara lain guru tersebut sudah berijazah strata 1 (S1) serta sudah mempunyai nomor pendidik kementerian (NPK) atau nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK), serta masa mengajar di lembaga pendidikan madrasah minimal dua tahun.

"Kalau belum memenuhi syarat itu, ya tidak bisa menerima insentif," ujar Juhedi.

Penerimaan insentif guru non-PNS ini berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 484 T/Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Tunjangan Insentif bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil/Non-PNS pada Madrasah Tahun 2018.

Kebijakan pemerintah ini juga sebagai komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga pendidikan Islam, sekaligus sebagai bentuk penghargaan atas peran aktif guru-guru non-PNS dalam ikut mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jalur pendidikan.(antara/dbs)