Jumat, 26 April 2019 | 03:20 WIB
Pemerintah Kucurkan KUR Petani Garam di Madura
Senin, 15 April 2019 | 23:30 WIB
Damin Nasution dan Khofifah Indar Parawansa - [ist]

Skalanews - Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah telah mengucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke petani garam di Madura, dengan harapan agar pencapaian kesejahteraan bagi masyarakat dapat dipercepat.

KUR merupakan kredit dengan angka menunggak pembayaran paling kecil dari kredit yang diluncurkan oleh pemerintah.

Ia menjelaskan selama ini garam yang diimpor oleh pemerintah adalah garam yang diperlukan untuk produksi industri kaca, atau lensa kacamata. Karena garam yang diproduksi rakyat kualitasnya belum sesuai dengan standar yang diperlukan untuk keperluan industri.

"Pemerintah sangat menginginkan harga garam stabil di setiap waktu," harap Darmin di Madura, Senin (15/4).

Darmin menambahkan dulu petani garam tidak termasuk penerima KUR karena termasuk usaha galian C, tetapi akhirnya dengan kebijakan yang baru mereka bisa mendapatkan kucuran KUR. Usaha lainnya adalah seluruh pelaku usaha bisa mendapatkan kucuran KUR tanpa melihat jenis usahanya, tanpa agunan dan dengan bunga yang sangat rendah. Saat ini bunga 7 persen/tahun.

Salah satu yang harus dilakukan menurut Darmin, dengan membuat gudang walaupun pembuatan itu tidak mudah, sehingga bisa menyimpan produksi yang berlimpah, dan dijual dengan harga yang stabil.

Selain itu untuk tingkatkan kualitas sesuai dengan SNI dan kuantitas produksi garam diharapkan para petani menggunakan teknik geomembran, yaitu dengan memperbaiki kondisi lahan dari tradisional menjadi semi intensif, dan melapisi tanah dengan terpal plastik. (Wahyu/bus)