Selasa, 25 Juni 2019 | 05:33 WIB
Gubernur Khofifah Minta Warga Jatim Tak Ikut Aksi People Power
Selasa, 21 Mei 2019 | 02:17 WIB
Khofifah Indar Parawansa saat buka puasa bersama di Masjid Ampel Surabaya - [ist]

Skalanews - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa minta warga Jatim tak ikut dalam aksi gerakan people power yang akan digelar tanggal 22 Mei mendatang.

"Gerakan ini bukan syarat di Indonesia," ungkapnya di Surabaya, Senin (20/5/2019). Dikatakan oleh Khofifah, Indonesia adalah negara demokrasi bukan negara diktator.

Dikatakan oleh Khofifah, syarat lain bisa dilakukannya people power adalah negara sedang mengalami guncangan, atau sedang dalam tekanan ekonomi yang berat sehingga masyarakatnya mengajukan revolusi.

"Syarat itu di Indonesia enggak ada. Kalau terjadi dispute atau perselisihan manfaatkan ruang hukumnya adalah melalui Mahkamah Konstitusi. Sehingga yang ada adalah adu fakta, adu argumentasi, dan adu bukti," kata mantan Mensos ini.

Khofifah menambahkan proses penyelenggaraan Pemilu saat ini juga sudah melalui undang-undang yang sah termasuk penyelenggaraan pemilihan presiden secara langsung juga diatur undang-undang. (Wahyu/bus)