Sabtu, 24 Agustus 2019 | 03:48 WIB
Kekeringan Landa 98 Desa di Pamekasan
Rabu, 17 Juli 2019 | 15:32 WIB
Droping Air bersih di Pamekasan -

Skalanews - Pertengahan Juli 2019 ini, kekeringan kian memuncak di wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura. Walhasil, warga 98 desa di 11 kecamatan di wilayah eks Karesidenan Madura itu mengeluh susah mendapatkan air bersih.

Kordinator TRC BPBD (Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pamekasan, Budi Cahyono, menyebutkan 98 desa tersebut merupakan desa yang telah diverifikasi atas dasar laporan masing-masing kepala desanya.

"Seluruh desa tersebut tersebari di sebelas kecamatan. Kami mendapat laporan jika warganya mengeluhkan sulitnya mencari air bersih. Sebab, sumur-sumur milik warga tak lagi menyemburkan air dan berubah kering," tutur Budi, Rabu (17/7).

Budi bukannya berpangku tangan mendapat laporan warga susah air bersih. Budi mengaku menunggu SK Bupati Pamekasan terkait bantuan droping air bersih bagi desa yang warganya kesulitan mendapatkan air bersih. "Insya Allah, pekan depan SK Bupati tersebut telah ditandatangani. Saya bersama tim siap melakukan droping air bersih seperti pada tahun-tahun sebelumnya," kata pria berkumis tebal itu.

Menurut Budi, pendistribusian air bersih untuk warga yang desanya kekeringan itu akan bekerja sama dengan PDAM. Nantinya, pihak TRC BPBD akan menggerakkan armada mobil tanki air dan PDAM menyiapkan sumur-sumur yang menjadi sumber air miliknya.

"Seperti tahun sebelumnya, sumur bor di Desa Blumbungan akan dipakai untuk pasokan droping air. Selain itu ada sumur bor lainnya di Desa Gugul dan beberapa sumur bor lainnya yang dikelola desa," pungkas Budi.(Arif Purba/dbs)