Minggu, 19 Januari 2020 | 14:13 WIB
DPRD Jatim Dukung Berdirinya Ponpes Gratis di Madura
Sabtu, 27 Juli 2019 | 00:06 WIB
Achmad Iskandar - [ist]

Skalanews - Wakil Ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar menyambut baik berdirinya pondok pesantren gratis di Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep Madura oleh Pemprov Jatim.

"Lagi-lagi gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membuat terobosan baru membangun ponpes di Sumenep. Kami dukung penuh rintisan Pemprov Jatim tersebut," ungkap politisi asal Demokrat saat dikonfirmasi di kantornya, Jumat (26/7/2019).

Iskandar menambahkan dengan berdirinya ponpes gratis tersebut diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan di Madura.

"Nantinya di pondok tersebut ada pelatihan keterampilan. Harapannya setelah lulus santrinya bisa memiliki keahlian untuk bekerja. Apalagi di sana juga dibangun SMA dan SMK untuk santri di pondok tersebut," jelasnya.

Iskandar berharap Pemprov tak hanya mendirikan di Sumenep saja melainkan di beberapa kabupaten lainnya di Madura.

"Kalau beberapa kabupaten ada, saya optimis IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di Madura akan naik dan tentunya kesejahteraan juga akan meningkat," tandas politisi asal Madura ini.

Sebelumnya, Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan Jatim membangun Pondok Pesantren (Ponpes) di kecamatan Bluto kabupaten Sumenep. Untuk pembangunannya menelan anggaran Rp 3 miliar dari APBD Jatim dengan harapan tahun depan sudah selesai.

Di ponpes tersebut, selain diberi pengetahuan agama juga santrinya diajarkan keterampilan. Tak hanya itu, di ponpes tersebut juga berdiri SMA dan SMK seperti pada umumnya.

Untuk operasional dari ponpes sendiri, Pemprov Jatim mengalokasikan dana Rp 5 miliar dalam satu tahunnya. Sedangkan syarat untuk bisa menjadi santri di ponpes tersebut, adalah dari keluarga tidak mampu dan khusus warga Sumenep. Untuk sementara, daya tampung santri dibatasi 100 santri asli Sumenep.

Diketahui, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim berada di urutan ke-15 dari 34 provinsi Indonesia. Untuk IPM yang paling rendah terdapat di Madura. Pada 2017, IPM Sumenep 64,28, Pamekasan 64,93, Sampang 59,90, dan Bangkalan 62,30.

Sedangkan di Kota Surabaya, seperti Madiun dan Malang angka IPM-nya di atas 80. (wahyu/bus)