Minggu, 15 Desember 2019 | 10:07 WIB
Jatim Buka Peluang Kerja Sama Hasil Laut Dengan Belarus
Selasa, 13 Agustus 2019 | 02:51 WIB
Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Dubes Belarus di Granadi, Surabaya - [ist]

Skalanews - Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka peluang kerja sama di bidang pengolahan hasil laut dengan Belarus. Karena, kerja sama tersebut dinilai sangat potensial bagi nilai ekspor Jatim.

Hal ini disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai menerima Duta Besar Belarus H. E. Valery Kolesnik di Gedung Negara Grahadi, Senin (12/8).

Kerjasama di bidang olahan hasil laut dengan negara pecahan Uni Sovyet itu dinilai sangat potensial dan dapat meningkatkan nilai ekspor Jawa Timur ke Belarus.

"Republik Belarus tidak memiliki wilayah laut. Sehingga mereka tertarik kerja sama di sektor olahan hasil laut terutama adalah tuna dan salmon," kata Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar hasil laut untuk dapat menyuplai tuna ke Belarus, karena di Malang Selatan tepatnya di Sendang Biru termasuk penyuplai Tuna terbesar di Indonesia.

"Bagaimana kalau Belarus ambil ikan tuna dari Sendang Biru. Pengolahannya bisa dilakukan di areal Surabaya Industial Estate Rungkut (SIER) sehingga dekat dengan pelabuhan Tanjung Perak?" tanyanya seraya menawarkan.

Khofifah menambahkan, untuk industri pengolahan hasil laut, Jawa Timur memiliki perusahaan pengolahan yang cukup advance. Salah satunya berada di Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).

Lanjut Khofifah, di SIER juga masih tersedia beberapa areal yang siap untuk digunakan industri pengolahan termasuk olahan ikan. "Jadi kalau Belarus mau invest dalam waktu dekat bisa ke SIER," tegasnya. (wahyu/bus)