Senin, 23 September 2019 | 22:36 WIB
Beri Pelatihan Kerja Gratis, Pemprov Jatim Luncurkan MTU
Rabu, 11 September 2019 | 05:24 WIB
Khofifah Indar Parawansa meluncurkan MTU untuk menekan angka pengganguran di Surabaya - [ist]

Skalanews - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus membuat inovasi layanan dalam rangka menurunkan pengangguran dan menjadikan angkatan kerjanya sebagai tenaga kerja berketerampilan. Salah satu layanan unggulan Jatim tersebut adalah Mobile Training Unit (MTU).

Layanan mobil pelatihan gratis keliling ini turut dipamerkan di acara East Java Talent And Career Exhibition di Surabaya, Selasa (10/9/2019).

MTU ini mampu menjangkau desa-desa di pelosok Jawa Timur agar para angkatan kerja bisa memiliki keterampilan dan keahlian di bidang tertentu yang spesifik.

Totalnya ada 4 jenis layanan MTU yang dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat di pelosok Jawa Timur. Yakni, MTU khusus pelatihan mesin, MTU khusus untuk pelatihan kelistrikan, MTU khusus untuk handycraft, dan MTU khusus untuk service sepeda motor.

"MTU ini kita harapkan bisa melakukan penjangkauan. Alat-alatnya portable. Pelatihannya diberikan rata-rata 240 jam, ada yang sudah ditambah 280 jam. Alumninya sudah bikin bengkel sendiri," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai membuka East Java Talent and Exhibition dan meninjau empat unit MTU.

Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini meninjau langsung perangkat alat untuk pelatihan tersebut mengatakan pelatihan menggunakan MTU diterapkan sistem kelompok beranggotakan 16 orang. Mereka dilatih hingga mahir.

"Ada macam-macam MTU-nya. Ada yang untuk belajar mesin motor, kelistrikan serta ada yang untuk belajar handycratf. MTU Handycratf lebih mudah untuk ibu-ibu rumah tangga. Proses pembuatannya bisa di rumah atau sambil menunggu anak-anak sekolah sambil membuat macam-macam handycraft," ucap mantan Menteri Sosial RI ini.

Khofifah menjelaskan MTU untuk pelatihan handycratf, masyarakat yang ikut training dilatih membuat kerajinan lampu hias berbentuk bola yang dihias dengan benang wol dan diberi lampu, lalu ada juga yang dilatih membuat tatakan dari rotan yang cantik untuk dijual di cafe dan restoran.

"Handycraft jenis lampu dan tatakan kue harga jual rata-rata Rp25 ribu. Ini kalau bisa terfasilitasi akses marketnya maka sangat marketable karena sudah sangat rapi, seperti tadi hasil BLK Situbondo dan Jember, desain dan warna sudah sangat mengikuti tren pasar," katanya.

Seluruh Balai Latihan Kerja (BLK) di Jawa Timur sebanyak 16 titik sudah memiliki 4 unit MTU yang siap bekerja sama dengan desa-desa dan memberikan pelatihan gratis. "Sekarang tinggal bagaimana memotivasi lini-lini terbawah, RT dan RW. Kalau mereka bisa mendapatkan skill dan modal lalu dibantu akses marketnya akan membuka pertumbuhan ekonomi baru di desa-desa," katanya. (Wahyu/bus)