Sabtu, 25 Januari 2020 | 11:23 WIB
Jatim Target Swasembada Daging Nasional Melalui Inseminasi Buatan
Sabtu, 7 Desember 2019 | 02:43 WIB
Khofifah Indar Parawansa saat kunjungan kerja ke BBIB Singosari, Malang (6/12) - [ist]

Skalanews - Melalui pemanfaatan teknologi yang makin modern dalam pembangunan sektor peternakan, maka swasembada daging akan cepat terwujud.

Untuk itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi inseminasi buatan untuk mewujudkan percepatan swasembada daging.

Bahkan, berdasarkan perhitungan populasi sapi yang dihasilkan dari proses inseminasi buatan, dalam waktu 4 hingga 5 tahun kedepan akan terwujud swasembada daging. Tergantung kecepatan respon daerah mengingat jumlah semen beku sesungguhnya sangat berkecukupan.

"Teknologi inseminasi buatan ini sungguh luar biasa. Karenanya pelatihan tenaga inseminasi buatan dan pemeriksa kebuntingan lewat pendampingan dan pemanfaatan teknologi tersebut, kita bisa menghitung paling tidak 4 sampai 5 tahun kedepan kita akan mampu wujudkan swasembada daging. Serta, pada tahun kelima, kita harapkan sudah bisa ekspor daging sapi," ujar Khofifah usai melakukan kunjungan kerja di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, Jumat (6/12/2019).

Khofifah menambahkan saat ini daerah Jatim memang sudah surplus daging. Tetapi secara nasional kita masih impor daging. Oleh karena itu saling membangun sinergi antar daerah yang memiliki kultur beternak sapi. Bahwa sesungguhnya peluang pemenuhan pasar dalam negeri dan ekspor daging sapi ke luar negeri terbuka luas.

Pemprov Jatim bersama Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari yang merupakan UPT Kementerian Pertanian siap untuk mentransfer skill terutama untuk tenaga inseminasi buatan dan pemeriksa kebuntingan. Sementara BBIB akan melatih dan mentransfer teknogi inseminasi buatannya.

Oleh sebab itu, jelas Khofifah bahwa saat ini tidak bisa berpikir hanya untuk Jatim tapi juga nasional. Karenanya, kerja sama dengan provinsi-provinsi yang kultur beternaknya sudah bagus dan harus ditingkatkan. Hal ini penting dilakukan, untuk bersama-sama membangun penguatan swasembada daging. Serta, yang lebih penting lagi yaitu mewujudkan kemampuan untuk bisa mengekspor.

"Cukup banyak gubernur yang tertarik untuk bisa mengakses informasi di BBIB Singosari, karenanya konfirmasi tentang keberadaan BBIB Singosari di Jatim ini menjadi penting. Harapannya, usai para gubernur itu melakukan kunjungan maka jejaring antara BBIB Singosari, Kementan dengan para gubernur akan langsung berjalan," harap Khofifah. (Wahyu/bus)