Rabu, 29 Januari 2020 | 06:58 WIB
Pemprov Jatim Berikan Fasilitas dan Bantuan ke Bayi Pandhu
Senin, 9 Desember 2019 | 01:36 WIB
Muhammad Pandhu Firmansyah (digendong) bersama iburnya Dina Oktaviani (baju marun) - [ist]

Skalanews - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan rumah susun (Rusun) dan tim dokter spesialis yang khusus menangani Muhammad Pandhu Firmansyah, bayi penderita cleft tessier hydrocephalus myelemeningocele atau kerusakan pada bagian wajah.

Tim dokter spesialis dari RSUD Dr Soetomo tersebut terdiri dari dokter bedah syaraf, bedah plastik, dokter bius, dan dokter anak.

Sebelumnya, Pemprov Jatim juga telah melakukan langkah cepat dengan memindahkan bayi Pandhu dan ibunya, Dina Oktaviani (21) dari rumah petak tidak layak huni ke rumah susun Gunungsari Surabaya.

"Usai mendengar tentang kisah bayi Pandhu bersama ibunya, saya langsung meminta dinas terkait yaitu RSUD Dr. Soetomo dan PU Cipta Karya untuk mengambil langkah cepat dan mengkoordinasikan terkait hal ini secara solutif dan cepat," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat ditemui di Surabaya, Minggu (8/12).

Khofifah menambahkan, sebelumnya RSUD Dr. Soetomo telah melakukan operasi pertama pada bayi Pandhu untuk mengeluarkan cairan di otaknya lewat pemasangan selang yang berlangsung kurang lebih selama 1 jam.

"Sesuai hasil koordinasi saya dengan Dirut rumah sakit Dr. Soetomo, rencananya hasil operasi bayi Pandhu akan dievaluasi besok Senin (9/12). Meliputi pengecekan hasil operasi, penutupan luka, hingga penambahan berat badannya. Setelah itu, tim dokter baru akan ditentukan langkah operasi selanjutnya," urai Khofifah.

Mengenai pembiayaan sendiri, Khofifah mengatakan sementara ini masih menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Namun, jika pembiayaannya kurang maka Pemprov Jatim akan menambal semua kebutuhan biaya layanan kesehatan dengan menggunakan anggaran milik Pemprov Jatim.

"Meski demikian jika ada yang ingin membantu kehidupan keseharian mereka dipersilakan sebagai solidaritas sosial kita," tandasnya. (Wahyu/bus)