Selasa, 28 Januari 2020 | 02:48 WIB
Polrestabes Surabaya Tangkap Komplotan Pengedar Pil Koplo dan Sabu
Sabtu, 14 Desember 2019 | 02:38 WIB
Kombes Pol Sandi Nugroho dan barang bukti jutaan pil koplo dan tersangka - [ist]

Skalanews - Polrestabes Surabaya tangkap komplotan pengedar pil koplo dan sabu pada Kamis (12/12/2019). Dalam pengungkapan tersebut diamankan beberapa tersangka, diantaranya berinisial RB (47), SY (50), ER (42) yang ketiganya warga Surabaya. Lalu, AG (38), SH (43) dan CH (47) yang kesemuanya adalah warga Mojokerto.

"Ada informasi keberadaan ER dari masyarakat sedang ada di sebuah rumah makan di wilayah Rungkut Surabaya. Lalu oleh anggota lakukan penangkapan," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (13/12/2019).

Sandi menambahkan setelah tangkap ER, lalu dilakukan pengembangan dan pihaknya mendapatkan tersangka RB dan SY yang saat itu sedang mengambil puluhan ribu pil koplo dari sebuah ekspedisi di Surabaya.

Dari pengakuan SY bahwa barang tersebut milik ER dan ER mengaku kalau barang itu dijual ke AG yang sebelumnya barang tersebut diantar oleh tersangka RB.

"ER mengaku menjual barang haram pil koplo itu ke AG dengan harga Rp30 juta per kolinya. Lalu dari pengakuan ER juga barang didapat dari bandar bernama WAN ABUD yang saat ini DPO kami," jelasnya.

Dikatakan Sandi, dari pengakuan SY pula masih didapat ada 15 koli berisi 15 ribu pil koplo yang akan diedarkan ke Jember.

"Lalu anggota melakukan penangkapan terhadap AG di sebuah rumah sakit di Mojokerto. Tersangka AG kami tangkap bersama dua rekannya yaitu SH dan CH," jelasnya.

Saat penangkapan AG, sambung Sandi, pihaknya juga mengamankan sabu seberat 3,46 gram dan 1,11 gram yang tersisa dalam pipet.

Sementara itu, dalam pengungkapan tersebut diamankan barang bukti antara lain 19 koli pil koplo dengan jumlah 19 ribu butir, 15 koli berisi 1,5 juta butir pil dektro dan sabu seberat 3,46 gram dan 1,11 gram sabu bersama pipetnya.

Sedangkan pasal yang dijeratkan yaitu Pasal 196 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan sanksi pidana maksimal 15 tahun penjara. (wahyu/bus)


  
  
TERPOPULER
Index +