Rabu, 29 Januari 2020 | 06:38 WIB
Wajib Pajak Membludak di Kantor Samsat Pamekasan
Minggu, 15 Desember 2019 | 01:41 WIB
Warga serbu Kantor Samsat Pamekasan -

Skalanews - Hari Sabtu (14/12) merupakan tenggat waktu terakhir bagi wajib pajak yang hendak melakukan pemutihan pajak ranmor (kendaraan bermotor). Walhasil, Kantor Bersama Samsat Pamekasan dijejali wajib pajak. Baik wajib pajak ranmor R2 (roda dua) maupun R4 (roda empat).

Petugas Pengolahan Data Pelayanan Perpajakan (PDPP) Kantor Samsat Pamekasan, Sunardi , menjelaksan, pihaknya telah mengantisipasi membludaknya wajib pajak yang hendak melakukan pemutihan pajak.

"Selain pelayanan dilakukan di Kantor Samsat, pelayanan serupa juga dilakukan di armada Samsat Kelillng. Baik berupa mobil maupun sepeda motor," jelas Sunardi, Sabtu (14/12/2019). Menurut Sunardi, mobil samsat dan sepeda motor samsat jika siang disiapkan di halaman Kantor Samsat. "Jika malam, stand by di Alun alun Arek Lancor," imbuhnya.

Wawan, salah seorang wajib pajak asal Kelurahan Kolpajung, mengatakan, dirinya berangkat dari rumahnya usai solat subuh. "Ternyata benar. Antrian telah terjadi di Kantor Samsat. Padahal, layanan dibuka jam 07.00," jelasnya.

Lantaran pelayanan hari terakhir, Wawan akhirnya bisa selesai memparpanjang pajak melalui program pemutihan pajak ranmor setelah berjibaku dengan ribuan warga lainnya. "Sekira empat jam urusan memperpanjang pajak sepeda motor miliknya yang mati tiga tahun akhirnya selesai," ujar Wawan.

Sementara Sunardi, menambahkan, layanan pemutihan pajak ranmor dilakukan di seluruh wilayah Jawa Timur. "Pemutihan pajak ranmor merupakan kebijaksanaan Ibu Gubernur Khofifah yang mulai dibuka pada 23 September lalu," jelasnya.

Menurut Sunardi, hingga Jumatkemarin telah terlayani keseluruhan pembebasan pokok BBN ll sebesar Rp 3.990.307.150 (pajak tahunan). Sedangkan pajak lima tahunan pada BBN ll tercatat 4.136 objek dengan nilai pajak sebesar Rp: 1.550.677.300.

Dengan begitu, total keseluruhan  penerimaan pokok PKB dari BBN ll dari 4.136 ranmor bernilai Rp 2.443.752.350 Sedangkan jumlah keseluruhan penerimaan pokok PKB dari sanksi (PJ) sebesar Rp129.882.150 dari 11.939 objek pajak.(Arif Purba/dbs)