Jumat, 24 Januari 2020 | 17:18 WIB
Pemkab Sumenep Lakukan Pemurnian Ras Sapi Madura
Selasa, 14 Januari 2020 | 02:47 WIB
Sapi asli Madura - [ist]

Skalanews - Sapi merupakan hewan ternak yang banyak dipilih warga Madura untuk dipelihara. Selain harganya relatif stabil, sapi dengan warna kulit kecoklatan itu dikenal sebagai sapi lokal asli Indonesia dan bukan sapi persilangan dengan sapi impor.

Untuk mempertahankan ras sapi Madura ini, Pemkab Sumenep menugaskan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan DKPP) setempat melakukan pengembangan program pemurnian sapi Madura. Kali ini, program pemurnian sapi tersebut dilakukan di tiga Kecamatan daratan yaitu Guluk-Guluk, Ganding, dan Kecamatan Lenteng.

Kepala DKPP Sumenep, Bambang Heriyanto, menjelaskan, program Inovasi ini merupakan upaya mempertahankan pemurnian sapi Madura. "Sebelum mengembangkan di tiga kecamatan tersebut, kami berhasil mengembangkan pemurnian ras di Pulau Sapudi yang memiliki dua wilayah kecamatan. Yakni Kecamatan Gayam dan Nonggunong," terang Bambang Heriyanto, Senin (13/1/2020).

Bambang Heriyanto menambahkan, dari data yang sudah dilakukan Pusdatin pusat bahwa pulau Sapudi dan di tiga kecamatan merupakan daerah terbanyak populasi hewan ternak sapinya dibanding 23 Kecamatan lainnya di Sumenep. Bahkan, untuk Pulau Sapudi dikenal sebagai Pulau Sapi karena jumlah sapinya melampaui jumlah penduduk yaitu satu KK minimal bisa sampai 5 sapi.

"Kami memiliki target menjadikan Sumenep sebagai kabupaten di Jawa Timur sebagai penghasil sapi terbanyak," tegas Bambang.

Menurutnya, untuk memaksimalisasikan program ternak di daerah Bumi Sumekar termasuk di tiga Kecamatan Instansinya mencanangkan perkawinan inseminasi buatan (IB). Bambang menyebutkan, tingkat Populasi sapi di Kabupaten di ujung Timur Madura merupakan tertinggi di Jawa Timur, yang mencapai 367.747 ekor.

Bambang mencatat, saat ini jumlah petugas ensiminator dinaungan DKPP mencapai 31 tenaga yang memiliki kewajiban melakukan (IB) ke setiap desa. "Baru-baru ini, Sumenep mendapat penghargaan dari gubernur sebagai kabupaten populasi sapi terbanyak dan petugas IB tertinggi se Jawa Timur," tutupnya. (Arif Purba/bus)