Jumat, 24 Januari 2020 | 19:14 WIB
Menumpuk di Gudang, Garam Madura Cuma Dihargai Rp200 Per Kg
Selasa, 14 Januari 2020 | 20:13 WIB
Petani Garam di Madura - [ist]

Skalanews - Ribuan orang petani garam rakyat di Kabupaten Sumenep, Madura mengeluhkan produksi garamnya tak terserap pasar. Pada saat yang sama, pemerintah mengimpor garam sebanyak 2,9 juta ton.

Walhasil, harga garam di tingkat petani cuma dipatok Rp 200 ribu per ton atau setara Rp 200 perkilonya.

Ketua Perras (Paguyuban Petani Garam Rakyat Sumenep), Hasan Basri, menjelaskan, saat ini terdapat penyerapan garam rakyat menggunakan skema PMN (penyertaan modal negara) hingga akhir 2019 mencapai 152.804 ton.

"Karena tak terserap pasar, para petani hanya bisa menyimpan di gudang terbuka yang hanya mampu meyimpan garam selama setahun. Jika dibiarkan menumpuk di gudang dan tak terserap, maka para petani dipastikan merugi dan kesulitan modal saat musim produksi akhir tahun 2020 nanti," terang Hasan Basri kepada wartawan di Sumenep, Selasa(14/1).

Menurut Hasan Basri, petani belum melepas garam miliknya lantaran harga saat ini dipaotok Rp 200 perkilonya. Harga sebesar itu belum mengntungkan petani. Terlebih lagi, harga garam pernah dipatok Rp 2.000 perkilonya atau Rp 2 juta per ton.

Dengan kondisi perekonomian seperti sekarang ini, Hasan Basri memandang perlu jika pemerintah mengubah HPP garam sebesar Rp1 juta sampai Rp1,5 juta per ton.

Lebih jauh Hasan Basri menjelaskan, saat ini terdapat stok garam rakyat di tiga kabupten (Sumenep, Pamekasan, Sampang) di Madura sebanyak 301.600 ton. Angka persedian garam kian besar jika ditambah stok produksi PT Garam 2019 sebanyak 454.500 ton.

Melihat realitas itu, Hasan Basri meminta pemerintah memberi jalan keluar agar garam rakyat terserap dengan harga yang menguntungkan petani.

"Kami ingatkan jika pemerintah pernah meneken MOU di Kementerian Perindustrian yang menyatakan pemerintah akan menyerap garam rakyat sebanyak 1,1 juta ton. Sayangnya hingga saat ini MOU itu tak pernah direalisir," sesal Hasan. (Arif Purba/Bus)