Rabu, 26 Februari 2020 | 10:34 WIB
Gula Langka, DPRD Jatim Akan Panggil Disperindag
Senin, 20 Januari 2020 | 00:16 WIB
-

Skalanews - Kelangkaan gula yang berdampak kenaikan harga di Jatim mengundang keprihatinan DPRD Jatim.

Ketua Komisi B DPRD Jatim Aliyadi Mustofa mengatakan pihaknya secepatnya akan melakukan pemanggilan terhadap Disperindag Jatim terkait kelangkaan gula di Jatim yang berdampak kenaikan harga.

"Kami ingin tahu penjelasan dari sana (Disperindag) kenapa ini terjadi. Harus dicari dulu akar permasalahan kelangkaan gula di Jatim yang berdampak pada kenaikan harga saat ini," ujar politisi PKB saat dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (19/1/2020).

Aliyadi berharap kelangkaan gula ini tak berlarut-larut sehingga meresahkan masyarakat. "Kami minta juga Disperindag Jatim gencar melakukan operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan gula dan harga kembali normal," jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa secara tegas meminta Satgas Pangan dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) turun langsung mengecek ketersediaan gula di gudang-gudang dan pabrik-pabrik.

Hal itu menyusul adanya kenaikan harga gula dan diikuti dengan kelangkaan gula di sejumlah titik di Jawa Timur.

Meski begitu Khofifah memastikan bahwa stok persediaan gula di Jatim pada posisi aman. Bahkan kondisinya saat ini Jatim dalam kondisi surplus gula hingga bulan Mei mendatang saat musim giling tiba.

Berdasarkan produksi gula tahun 2019 dari delapan pabrik gula di Jatim sebanyak 1.046.855 ton dalam setahun. Saat ini persediaan gula di Jatim masih ada 185.785 ton. Hingga bulan Mei 2020 mendatang, konsumsi gula Jatim diperkirakan sebanyak 175.500 ton. Sehingga terdapat surplus 10.000 ton hingga musim giling bulan Mei tiba. Namun, faktanya di Jatim gula mengalami kelangkaan dan harga naik. (wahyu/bus)