Kamis, 20 Februari 2020 | 08:45 WIB
Legislator Sampang Cium Penarikan Fee Dana Desa Rp30 Juta
Selasa, 21 Januari 2020 | 15:36 WIB
Ilustrasi - [ist]

Skalanews - Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (DD/ADD) sejatinya digulirkan untuk membangun desa menjadi desa mandiri dan modern.

Untuk itu pemerintah menganggarkan DD/ADD per desa rata-rata Rp1 miliar. Sayang, dalam perjalanan ada dugaan pungutan DD/ADD dengan beragam alasan. Aroma itu tercium oleh legislator DPRD Sampang, Madura.

Sekretaris Komisi I DPRD Sampang, Aulia Rahman, mengatakan, pihaknya mencium dugaan pungutan DD/ADD perdesa dalam kisaran Rp 25 juta - Rp 30 juta. Penarikan pungutan atau fee DD/ADD itu terjadi pada tahun anggaran 2019 lalu.

"Pungutan atau fee itu berdalih untuk dana partisipasi. Dan pemungutnya dikabarkan dilakukan oknum Koordinator Desa," beber Aulia Rahman kepada wartawan di Sampang, Selasa (21/1).

Aulia Rahman yang politisi Partai Demokrat itu, keberatan menyebut nama-nama kades yang melaporkan praktik penarikan fee atau pungutan DD/ADD tersebut. Aulia mengaku telah membahas kasus itu secara internal Komisi I DPRD Sampang.

"Kami sengaja menyembunyikan nama dan identitas kades dan desa yang dipungut fee berdalih dana partisipasi tersebut. Kami akan buka ke publik setelah benar-benar terang benderang identitas oknum koordinator desa tersebut," terang Aulia.

Aulia berjanji bersama Komisi I DPRD Sampang bakal melakukan penggalian, pengumpulkan keterangan dan data di desa-desa yang diduga dipungut fee DD/ADD tersebut.

"Kami akan secepatnya menggali dari semua pihak tentang laporan dugaan penarikan fee DD dan ADD," tandasnya.

Terpisah, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang, Malik Amrullah, belum bisa memberikan penjelasan mendalam. Sebaliknya, Malik meminta wartawan menyebutkan nama dan identitas kades dan desa yang diduga dipungut dana partisipasi dibalik DD/ADD.

"Coba sebut siapa yang ditarik dan siapa yang menarik, nanti kami klarifikasi. Jika tidak jelas, bagaimana kami bisa klarifikasi," jelas Malik Amrullah balik bertanya kepada wartawan di Sampang. (Arif Purba/Bus)