Rabu, 26 Februari 2020 | 05:30 WIB
Bakal Ada Tersangka, Polisi Selidiki Atap Sekolah Ambruk di Sampang
Rabu, 22 Januari 2020 | 02:38 WIB
Atap SDN Samaran 2 di Desa Samaran, Sampang, Madura - [ist]

Skalanews - Atap yang menaungi dua ruangan kelas di SDN Samaran 2, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, ambruk pada saat siswa sedang belajar Jumat (17/1) pekan lalu. Beruntung insiden itu tak menelan korban jiwa lantaran sebulan sebelumnya, siswa telah dipindahkan ke ruangan kelas lain.

Persoalan atap ambruk sekolah itupun telah mendapat respon dari berbagai pihak. Baik, pihak Dinas Pendidikan maupun anggota DPRD Sampang. Respon yang diterbitkan itu terkait masalah administrasi. Namun, pihak Polres Sampang membidik kasus atap kelas ambruk itu dari sisi hukum. Pasalnya, atap kelas itu terbilang baru dan selesai dibangun 2017 lalu.

Kapolres Sampang, AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro mengatakan, persoalan atap sekolah ambruk tersebut memasuki babak baru. "Setelah penyidik melidik tiga orang saksi, kami akan kembangkan ke tahap penyidikan untuk menemukan tersangkanya," terang AKBP Didit Bambang, Selasa (21/1/2020).

Didit belum bisa menjelaskan pemanggilan pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun ia memastikan pihaknya telah memanggil tim ahli guna memeriksa konstruksi dari pada bangunan-bangunan itu.

"Penyidik sudah mengamankan sampel material bangunan di TKP untuk dijadikan barang bukti," tegas AKBP Didit Bambang.

Pemicu ambruknya atap yang menaungi ruang kelas 4 dan kelas 5 SDN Samaran 2 di Desa Samaran, diduga rangka kayu penahan genteng rapuh. Kuat dugaan kayu atap menggunakan beberapa bagian kayu bangunan lama namun kembali digunakan penahan genteng.

Kepala SDN Samaran 2, Retno Dijah Wijayanti, mengaku sudah melaporkan retaknya bangunan kelas kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang. Instruksinya agar segera memindahkan siswa ke kelas lain demi keselamatan jiwa.

"Kami telah melapor kepada atasan di Dinas Pendidikan. Pihak Dinas Pendidikan menyarankan agar kami memindahkan siswa yang kelasnya ambruk ke ruangan yang masih bisa dipakai. Akhirnya kami menggunakan ruang sekolah TK yang berdekatan," tutur Retno yang berharap pemerintah secepatnya merehab atap ambruk tersebut. (Arif Purba/bus)