Rabu, 26 Februari 2020 | 10:47 WIB
PLN Pamekasan Kembangkan PLTS di Pulau Masalembu
Jumat, 24 Januari 2020 | 08:30 WIB
PLN Pamekasan sosialisasi listrik tenaga surya untuk Pulau Masalembu - [ist]

Skalanews - PT PLN (Persero) bakal membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Masalembu. Pembangunan tenaga listrik yang bersumber pada sinar matahari itu sebagai layanan warga yang selama ini bergantung pada pasokan listrik tenaga diesel. Celakanya, diesel pemasok listrik saat ini rusak dan memadamkan listrik selama sebulan kedepan.

Kerusakan mesin diesel listrik pernah terjadi pada September 2016. Kala itu, ribuan warga Pulau Masalembu tak bisa mendapatkan pasokan listrik hingga kembali pada lampu minyak tanah dan cahaya lilin.

Pasokan listrik tenaga diesel di Pulau Masalembu dikelola swasta oleh Koperlindo (Koperasi Energi dan Kelistrikan Indonesia) untuk 3.000 keluarga.

Melihat realitas di Masalembu itu, tak pelak PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kabupaten Pamekasan bergerak cepat. Solusinya adalah membangun PLTS.

Manajer Bagian Konstruksi PLN UP3 Pamekasan, Slamet, menjelaskan PLN UP3 Pamekasan mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang bermukim di Desa Masalima, Sukajeruk dan Karamian Kecamatan Masalembu Kabupaten Sumenep mengenai rencana PLN untuk membangun jaringan PLTS.

"Saat sosialisasi kepada warga Pulau Masalembu, kami menyampaikan beberapa hal antara lain gambar rencana jaringan distribusi dan rencana pekerjaan pembangunan jaringan distribusi," kata Slamet, Kamis (23/1/2020).

Menurut Slamet, selain melakukan sosialisasi, pihaknya juga melakukan survei untuk mobilisasi pengiriman tiang beton yang akan mulai masuk pada tanggal 27 Januari ini ke wilayah tersebut kalau tidak terkendala cuaca. Adapun sesuai jadwal yang ada, pengerjaan penanaman tiang tersebut ditargetkan selesai April 2020.

Slamet mengungkapkan, sampai saat ini yang masih belum selesai terkait pembebasan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan gedung power house dan pembangkit.

"Kami punya target selesai di semester satu atau sekitar bulan Juli, tapi itu pun kalau pembebasan lahannya selesai dan tidak terkendala cuaca," imbuhnya.

Menurut Slamet, dana untuk proyek itu bersumber dari APBN tetapi dirinya tidak bisa menyebutkan total anggaran yang disiapkan namun yang pasti pembangunan gedung power house pembangkit dan jaringan distribusi dilimpahkan ke pihak ketiga atau menggunakan sistem lelang.

"Jika seluruh jaringan PLTS selesai maka akan memberi nilai tambah bagi warga Pulau Masalembu. Warga bisa menikmati pasokan listrik dengan sebaik-baiknya serta untuk membantu proses kemandirian," tutup Slamet. (Arif Purba/bus)