Rabu, 26 Februari 2020 | 22:37 WIB
Realisasi Proyek Transportasi Jatim, Gubernur Khofifah Temui Menhub
Jumat, 24 Januari 2020 | 03:51 WIB
Khofifah Indar Parawansa bertemu Menhub untuk bahas realisasi proyek transportasi publik di Jatim - [ist]

Skalanews - Untuk realisasi proyek-proyek strategis yang bersentuhan langsung dengan Perpres 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Jatim, khususnya pembangun transportasi publik di Jatim, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menemui Menhub Budi Karyadi di Juanda Surabaya, Kamis (23/1/2020).

"Pertemuan ini merupakan follow up dari Rakor dan roadshow kita dengan Pak Menko Maritim dan Investasi pada Kamis lalu. Alhamdulillah kemudian Pak Menhub dengan skuadronnya ke sini. Kemudian kita melakukan telaah pendalaman dari beberapa lampiran Perpres 80 tahun 2019," ujar Gubernur Khofifah saat ditemui wartawan usai pertemuan itu.

Gubernur Khofifah menambahkan beberapa proyek yang dibahas, diantaranya adalah pengembangan dermaga di Probolinggo. Sampai saat ini sudah ada tiga calon investor yang telah memaparkan presentasi yang sangat detail, serta menuangkannya dalam buku untuk pengembangan proyek tersebut. Bahkan, salah satunya sudah melakukan exercise dengan kedalaman 30 meter.

"Kita sudah mendapatkan penjelasan detail plannya, sebetulnya desain dari mereka yang presentasi kepada kami, ini adalah desain pelabuhan terbesar di Indonesia dengan kedalaman tertentu serta kelengkapan pelabuhan yang modern," katanya.

Selain dermaga Probolinggo, proyek berikutnya yang dibahas, jelas Khofifah adalah konektivitas transportasi publik yang tersambung antara Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan (Gerbangkertosusila).

Pada awalnya, Khofifah mengusulkan moda transportasi kereta ringan light rapid transit (LRT) atau Mass Rapid Transit (MRT), namun Menhub RI memberikan opsi baru yaitu ART (autonomous rapid transit) serta trolley bus.

"Pada saat Rakor yang lalu, Pak Menhub menyampaikan autonomous rapid transit (ART), kemudian tadi beliau menyampaikan lagi opsi bus listrik atau trolley bus. Jadi, ada kombinasi antar moda, mana yang elevated dan tidak. Pada posisi ini, saya rasa tim dari Jerman yang baru meyelesaikan feasibility study (FS), mudah-mudahan bisa memberikan gambaran kepada kami mana yang paling feasible," katanya.

Setelah didapatkan opsi yang paling feasible alias layak, lanjut Khofifah, maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan proposal Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), atau Public Private Partnership (PPP).

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan apresiasinya atas inisiatif Gubernur Khofifah, yang bergerak cepat guna menyukseskan proyek-proyek pembangunan transportasi di Jatim, khususnya yang terdapat dalam Perpres 80 Tahun 2019.

"Saya hari ini ada beberapa kegiatan di Surabaya, pertama adalah merespon kunjungan bu Khofifah ke Menko Maritim untuk membahas berkaitan dengan kereta api, kapal, dan sebagainya. Pendek kata, saya mengapresiasi inisiatif rencana yang begitu intensif tentang transportasi. Karena dengan cara ini, maka pemerintah pusat bisa merespon secara konstruktif, agar Jawa Timur makin maju," jelasnya seraya memuji.

Menhub Budi mengatakan, berkaitan dengan moda kereta api di Gerbangkertasusila, pihaknya akan mempelajari hasil studi kelayakan dari konsultan asal Jerman. Berdasarkan hasil tersebut, dirinya akan menetapkan satu pilot project di ruas tertentu.

"Moda transportasi kereta api ini bisa menggunakan ART, bisa trolley bus, detailnya seperti apa nanti kita diskusikan. Karena kereta api ini maju sekali, dan banyak contoh-contoh di Eropa bagaimana penggunaan sarana itu. Surabaya menjadi kota yang nomor dua terbesar setelah Jakarta, tentunya harus mempersiapkan ini," katanya.

Menhub Budi mengusulkan agar proyek ini dilakukan dengan metode KPBU atau PPP. Sehingga tidak terlalu memberatkan anggaran negara. Dirinya menginginkan, nanti ada satu sesi dimana pihak Pemprov Jatim datang ke Jakarta untuk membahas bersama proyek ini. (wahyu/bus)