Sabtu, 22 Februari 2020 | 17:12 WIB
Sejumlah Korban Penggusuran PT KAI Mengadu ke DPRD Jatim
Kamis, 30 Januari 2020 | 03:51 WIB
Puluhan warga korban pengusuran PT KAI mengadu ke DPRD Jatim - [ist]

Skalanews - Sebanyak puluhan warga yang tergabung dalam Korban Penggusuran PT KAI Jatim mengadu ke DPRD Jatim, Rabu (29/1/2020).

Korban penggusuran PT KAI tersebut diterima langsung oleh Komisi A DPRD Jatim. Turut serta dalam pertemuan tersebut pihak BPN dan PT KAI.

Salah satu warga asal Madiun, Slamet mengatakan kedatangannya untuk meminta bantuan DPRD Jatim atas aksi main gusur yang dilakukan PT KAI.

"Beberapa warga yang rumahnya diklaim milik PT KAI diintimidasi dengan melibatkan anggota kepolisian, TNI dalam rangka menagih sewa dan memaksa menandatangani surat kontrak," jelasnya.

Tak hanya itu, kata pensiunan pegawai PT Perumka tersebut bahwa PT KAI selain melakukan tindakan arogan, KAI juga memasang plakat/plang nama PT KAI di rumah dan tanah warga mantan pegawai PJKA sebagai aset milik PT KAI.

"Pengosongan paksa oleh PT KAI tanpa ada kompromi dengan penghuni, bahkan di beberapa tempat ratusan rumah telah diratakan dengan tanah," jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Jatim Andi Firasadi mengatakan pihaknya berharap posisi tanah yang disengketakan tersebut di-status quo-kan sebelum ada keputusan hukum yang tetap (inkracht).

"Komisi A DPRD Jatim dalam waktu dekat akan bertemu dengan pihak PT KAI pusat untuk mengetahui permasalahan tersebut," jelas pria yang mantan pengacara ini.

Politisi PDI Perjuangan ini mengaku kecewa dengan PT KAI yang tak memberikan data jumlah keseluruhan lahan yang disengketakan dengan warga.

"Oleh sebab itu, kami minta keterangan tertulis dari PT KAI ke depannya," jelasnya.

Dari pengalaman dirinya, kata Andi bahwa saat melakukan penanganan sengketa tanah dengan warga yang melibatkan PT KAI di Semut Baru Surabaya dimana oleh PT KAI dalihnya untuk perumahan bagi karyawan.

Namun faktanya oleh PT KAI lokasi tersebut saat ini dibangun pertokoan. "Ini aneh sehingga kami akan terus memperjuangkan hak-hak rakyat yang dipermainkan PT KAI," tandasnya. (wahyu/bus)