Kamis, 2 April 2020 | 12:07 WIB
Setahun Dipimpin Gubernur Khofifah, Kinerja OPD Jatim Tak Maksimal
Selasa, 11 Februari 2020 | 05:14 WIB
Sri Subianti - [ist]

Skalanews - Satu tahun memimpin daerah Jawa Timur, kinerja Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di sorot. Pasalnya, selama satu tahun memimpin Jatim, kinerja mantan Mensos tersebut kurang maksimal dalam menjalankan roda pemerintahannya.

Hal itu dikatakan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim Sri Subianti bahwa setahun memimpin Jatim, kinerja Gubernur Jatim Khofifah dan Wagub Jatim Emil Dardak masih menunjukkan kinerja kurang maksimal.

"Masih ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih belum terbuka. Khususnya keterbukaan anggaran di masing-masing OPD," ungkapnya saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin (10/2/2020).

Sri Subianti menambahkan masih banyak OPD di lingkungan Pemprov Jatim yang belum terbuka. Meski demikian, ia juga tidak menampik kalau sudah ada OPD yang rekam jejaknya terlihat bagus.

"Secara kinerja, kami melihat beberapa memang OPD sudah bagus. Tapi, ada yang salah satunya, jujur saja keterbukaannya kurang. Baik itu keterbukaan dalam anggaran," ungkapnya.

Sri mengungkapkan memang masih ada OPD yang kinerjanya belum maksimal. "Tapi, kalau saya bilang tidak berjalan juga salah, cuma kurang maksimal," tambahnya.

Perempuan yang juga anggota Komisi E DPRD Jatim ini mengatakan bahwa program layanan pendidikan gratis dan berkualitas (Tis-tas) melalui APBD Jatim harus dievaluasi. Hal tersebut perlu dilakukan lantaran masih perlu ada tambahan anggaran yang diambilkan di APBD yang akan datang.

"Bagaimana kita harus evaluasi lagi Tis-tas itu. Bila masih perlu ada tambahan, ya nanti dialokasikan pada penambahan di APBD yang akan datang," jelasnya.

Kedua, lanjut dia, terkait pemangkasan pupuk subsidi yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan). Tak tanggung-tanggung pupuk subsidi yang dipotong mencapai 50 persen lebih.

"Harusnya gubernur dengan OPD terkait sebelum pupuk subsidi dipangkas digulirkan itu lebih mendengar duluan sebelumnya. Ini kan sudah digulirkan, kita harus ke sana lagi supaya tidak dijalankan," tandas wanita yang sudah dua periode sebagai anggota DPRD Jatim ini. (Wahyu/bus)


  
  
TERPOPULER
Index +