Minggu, 23 Februari 2020 | 04:39 WIB
Gubernur Khofifah Kejar Percepatan Pembangunan Pelabuhan Probolinggo
Sabtu, 15 Februari 2020 | 09:42 WIB
Khofifah Indar Parawansa memaparkan rencana pembangunan Pelabuhan Tanjung Tembanga di Probolinggoo - [ist]

Skalanews - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan rencana pembangunan Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo. Pelabuhan Tanjung Tembaga ini, bakal dikembangkan menjadi pusat hub pedagangan dan konektor titik-titik pariwisata unggulan di Jawa Timur.

Selain itu, dari sektor perdagangan, Pelabuhan Tanjung Tembaga saat ini sudah menjadi pelabuhan yang cukup besar peranannya bagi Jawa Timur. Per bulannya ada sekitar 140-an kapal besar yang bersandar.

Pembangunan tersebut seiring dengan terbitnya Perpres No 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik - Bangkalan - Mojokerto - Surabaya - Sidoarjo - Lamongan, Kawasan Bromo - Tengger - Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Pelabuhan Tanjung Tembanga ini, jelas Khofifah juga sudah menjadi tempat bongkar muat kapal dari manca negara meski belum banyak. Seperti kapal dari Thailand yang membawa barang-barang ke Indonesia. Kapal ini membawa raw sugar dan tepung tapioka sebanyak dua kali setiap bulannya.

"Pelabuhan ini dibangun atas sebuah obsesi dan harapan agar pelabuhan ini bisa menjadi salah satu shadow seaport of Singapore karena peluangnya sangat besar. Di sini, kedalaman 16 meter, sejauh ini yang kita tahu yang paling dalam ada di pelabuhan Benoa yaitu 20 meter," ujar Khofifah di Probolinggo, Jumat (14/2/2020).

Keistimewaan dari Pelabuhan Tanjung Tembaga ini, tambah Khofifah letaknya yang strategis dilindungi pulau Madura sebagai breakwater. Sehingga gelombang lautnya tidak tinggi hanya maksimal 1,5 meter. Serta tingkat sedimentasi lautnya juga rendah.

Sedangkan secara ketersediaan fasilitas yang eksisting, Pelabuhan Tanjung Tembaga ini sudah memiliki kawasan pergudangan, pemadam kebakaran, rest area, serta jembatan timbang.

Khofifah menjelaskan ke depan jalan akses ke Pelabuhan Tanjung Tembaga juga akan dilebarkan. Jika saat ini jalan yang mampu dilewati beban 20 ton hanya lebar 8 meter, ke depan akan dilebarkan menjadi 15 meter.

"Saat ini sudah ada 3 instansi yang lakukan paparan ke pemprov. Bahkan ada yang sudah memaparkan akan mempersiapkan untuk menjadikan seaport ini sampai kedalaman diatas 20 meter. Tapi kami belum putuskan," tegas Khofifah.

Selain potensial untuk urusan logistik, Khofifah mengatakan pengembangan kawasan Pelabuhan Tanjung Tembaga ini juga dalam rangka menjadikan menyokong sektor pariwisata. Pelabuhan Tanjung Tembaga digadang akan menjadi tempat sandarnya kapal-kapal pesiar yang membawa wisatawan untuk dibawa ke titik-titik pariwisata unggulan di Jawa Timur.

Salah satunya kawasan Bromo Tengger Semeru. Selain masuk dalam Perpres No 80 Tahun 2019, kawasan wisata ini digadang menjadi satu diantara sepuluh 'Bali Baru' di Indonesia yang bisa menjadi magnet wisatawan. Dalam lampiran Perpres ini pengembangan Pelabuhan Tanjung Tembaga membutuhkan alokasi anggaran APBN dan KPBU sekitar Rp 9 trilliun, dan detail plannya akan digarap tahun ini.

"Captive market kita adalah wisatawan dari Eropa yang menggunakan kapal pesiar. Yang rata-rata mereka menghabiskan 14 hari di Indonesia. Kita ingin mereka menghabiskan waktunya di Bromo 2 hari, di Ijen 2 hari. Selama ini masing-masing hanya sehari," kata Khofifah.

Selain itu, Khofifah juga menggadang Pelabuhan Tanjung Tembaga turut menjadi konektor ke pariwisata di Kepulauan Madura. Seperti ke Gili Labak dan Gili Iyang. (wahyu/bus)