Selasa, 7 April 2020 | 20:37 WIB
Pejabat Negara di Tambang Tumpang Pitu, Warga Gelar Mogok Makan
Rabu, 26 Februari 2020 | 02:48 WIB
Warga desa Sumberagung Banyuwangi gelar aksi mogok makan untuk minta menutup pertambangan Tumpang Pitu - [ist]

Skalanews - Warga desa Sumberagung Banyuwangi menggelar aksi mogok makan di kantor Gubernur Jatim. Aksi mereka ini menuntut agar pertambangan Tumpang Pitu ditutup.

"Kami sepakat hari ini melakukan aksi mogok makan sampai Gubernur Khofifah memenuhi permintaan kami yaitu tutup pertambangan tumpeng pitu," ujar Koordinator Warga desa Sumberagung Banyuwangi Usman saat ditemui di lokasi aksi, Surabaya, Selasa (25/2/2020).

Usman menambahkan keinginan warga sangat kuat untuk menolak keberadaan pertambangan Tumpang Pitu tersebut.

"PT Bumi Suksesindo (PT BSI) dan PT Damai Suksesindo (PT DSI) yang mana keduanya adalah anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold, TBK dari sejak tahun 2012 melakukan pertambangan di gunung Tumpang Pitu telah menimbulkan beragam krisis sosial ekologis dan sejumlah persoalan keselamatan ruang hidup rakyat terus mengancam warga Sumberagung dan sekitar," ungkapnya.

Tambang tersebut, kata Usman, telah membuat kerusakan sangat parah bagi lingkungan di Sumberagung sekitarnya. “Tahun 2016 muncul bencana lumpur dimana menimbulkan kerusakan pada kondisi lingkungan terutama di pesisir pantai pulau Merah yang ada di Sumberagung,” jelasanya.

Tak hanya itu, lanjut Usman dampak pertambangan tersebut, telah menimbulkan pencemaran dan polusi tanah, udara dan suara yang juga signifikan.

Usman menjelaskan keberadaan Gunung Tumpang Pitu itu bagi warga sekitar sangat berarti antara lain tetenger bagi nelayan saat melaut, benteng perkampungan dari ancaman angin Tenggara dan juga menjadi mata air yang cukup bagi kebutuhan pokok warga Sumberagung dan sekitarnya.

Sementara itu, dari keterangan tertulis yang warga sampaikan, ada sejumlah petinggi negara ikut masuk jajaran di PT Merdeka Copper Gold. Tbk selaku pengelola dari Pertambangan Tumpang Pitu.

Sejumlah nama itu, diantaranya masuk dalam jajaran pengurus antara lain Garibaldi Thohir (saudara Erick Thohir), Pemkab Banyuwangi, Sakti Wahyu Trenggono (Wamenhan) selaku pemilik saham.

Sedangkan jajaran komisaris terdiri dari Edwin Soeryadjaya, Garibaldi Thohir, Dhohir Farisi (suami Yenni Wahid), Heri Sunaryadi, Budi Bowoleksono. Sebelumnya juga terdapat Sakti Wahyu Trenggono dan Mahendra Siregar (Wamenlu). Bahkan di tahun 2014 juga tercatat AM Hendropriyono dan Yenni Wahid.

Sedangkan di jajaran direksi terdiri dari Tri Boewono, Richard Bruce Ness (Eks Petinggi Freeport Indonesia dan Newmont), Gavin Arnold, Hardi Wijaya Liong, Michael WP Soeryadjaya, Colin Francis, M David Thomas Fowler, Chrisanthus Supriyo. Bahkan muncul juga nama Rony N Hendropriyono. (wahyu/bus)


  
  
TERPOPULER
Index +