Kamis, 21 November 2019 | 05:48 WIB
Bencana Asap di Sumatera dan Kalimantan
Singapura dan Malaysia Kirim Pesawat Water Bombing
Jumat, 9 Oktober 2015 | 17:56 WIB
ilustrasi - [ist]

Skalanews - Hingga saat ini baru Pemerintah Singapura dan Malaysia yang menyampaikan bentuk bantuan dan persiapan pengirimannya untuk mengatasi bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan elektronik, Jakarta, Jumat (9/10).

"Kemenlu masih menunggu kepastian bantuan beberapa negara," kata Sutopo.

Pemerintah Singapura akan mengirimkan satu helikopter Chinook beserta bumbi bucket yang mampu membawa air 5.000 liter pada Jumat (9/10) pukul 15.00 Wib dari Singapura langsung menuju Palembang.

Selanjutnya pada pukul 16.00 Wib, akan diberangkatkan satu pesawat Hercules C-130 berisi 42 personil pemadam kebakaran dari Badan Pertahanan Sipil Singapore (SCDF), crew dan peralatan.

Sedangkan Malaysia sedang menyiapkan pengiriman satu pesawat Bombardier CL415 water bombing dan satu pesawat Hercules C-130 yang mengangkut crew, peralatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan, dan satu helikopter kecil untuk survei dan memandu pemboman air.

"Malaysia sudah kirim permohonan flight clearance kepada Kemenlu. Rencana dikirim pada 9 dan 16 Oktober 2015," ujarnya.

Bantuan dari Singapura dan Malaysia ini akan bergabung dengan tim Indonesia untuk memadamkan api dan asap di Sumatera Selatan.

Saat ini pemerintah Indonesia sudah menempatkan kekuatan 5 helikopter water bombing (MI-171, 2 unit MI-8, Bell-214, Bolkow), 2 pesawat Air Tractor water bombing, dan 1 Casa 212.

BNPB akan menambah helikopter water bombing. Selain itu juga dikerahkan 3.694 personil tim gabungan dari TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni dan lainnya. TNI dan Polri akan menambah kekuatan untuk operasi di darat.

Sutopa menjelaskan koordinasi untuk mengatur bantuan internasional dalam mengatasi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan terus dilakukan.

Kementerian Luar Negeri menyatakan saat ini ada 5 negara yang akan membantu Indonesia yaitu Singapura, Malaysia, Tiongkok, Australia dan Rusia.(Deddi Bayu/bus)