Selasa, 20 Februari 2018 | 10:41 WIB
Retakan Tanah di Berlan, Sandi Minta Warga Waspada
Selasa, 13 Februari 2018 | 19:26 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno - [dok.skalanews]

Skalanews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno angkat bicara soal retaknya tanah di kawasan Berlan, Matraman, Jakarta Timur. Sandi meminta warga sekitar agar lebih waspada sebagaimana saran Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"BMKG mengatakan bahwa salah satu kewaspadaan yang harus kita tingkatkan adalah di sekitar wilayah Jatinegara itu atau wilayah yang dekat dengan Berlan ya, diprediksi ada patahan atau ada patahan yang selama ini tidak aktif," kata Sandiaga di Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (13/2).

Retakan tersebut, sambung Sandi, merupakan sesar yakni patahan yang ada di bagian dalam. BMKG sendiri sedang mengumpulkan data terkait kondisi pergerakan bumi di dataran di Ibu Kota yang terjadi sejak 1916.

"Patahannya di bawah, ya sesar, di dalam. Dan ini yg mereka cermati dan saya diberikan laporan untuk meningkatkan kewaspadaan di daerah sana," sambungnya.

Akibat patahan tersebut akan memberikan dua dampak bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Pertama adalah kemungkinan terjadi gempa dan yang kedua adalah akan memberi dampak bagi konstruksi bangunan.

"Satu adalah gempa, nomor dua adalah tentunya pergerakan-pergerakan khususnya yang berkaitan konstruksi dan gedung yang berada di sekitar patahan tersebut. Seperti kita lihat di Taipei, gempanya hanya 6,4 SR, dibandingkan dengan kemarin 6,1 SR tapi banyak sekali dampaknya, karena itu berada di patahan tersebut, di gedung tersebut," rincinya.

Pemprov DKI sendiri dipastikan Sandi akan terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan untuk mengantisipasi terjadinya dampak dari patahan tersebut.

"Sudah ada kerja sama antara BMKG dan beberapa unit SKPD salah satunya adalah BPBD, unit berikutnya adalah Damkar, dan unit berikutnya adalah Pol PP dan saya sudah menunjuk pak Budi Utomo, staf khusus di kantor wagub untuk menindaklanjuti," pungkasnya. (Frida Astuti/Bus)