Jumat, 21 September 2018 | 14:59 WIB
Kebijakan Ganjil-Genap akan Turunkan Kemacetan 20 Persen
Selasa, 13 Maret 2018 | 07:34 WIB
-

Skalanews - Peraturan ganjil-genap di Gerbang Tol Bekasi barat dan Bekasi timur mulai diberlakukan. Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Royke Lumowa memastikan kebijakan ganjil genap untuk plat nopol kendaraan mampu mengurai kemacetan.

"Ganjil-genap adalah bagian dari tiga paket kebijakan pemerintah untuk atasi atau mengurangi kemacetan tol Jakarta Cikampek. Khususnya paling padat adalah Bekasi timur dan barat keluar masuk," kata Royke saat diwawancara di depan gerbang tol Bekasi Barat, Senin (12/3).

Ia mengimbau warga Bekasi kini lebih baik menggunakan transportasi umum, seperti bus, menyusul pemberlakuan kebijakan plat nopol ganjil-genap di jalan tol Jakarta-Cikampek.

"Pemerintah mengharapkan warga bisa beralih naik kendaraan umum, baik bus yang ada harian maupun yang disiapkan pemerintah," sambungnya.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek menyediakan 44 unit bus untuk mengangkut penumpang yang terkena dampak peraturan ganjil-genap di ruas tol Jakarta-Cikampek, dengan tarif Rp 20.000.

Royke sendiri menilai kebijakan ganjil-genap yang diberlakukan di Gerbang Tol Bekasi timur dan barat akan menurunkan tingkat kemacetan mencapai angka 20 persen.

Meski diakui Royke ruas jalan Kalimalang akan ada sedikit peningkatan jumlah kendaraan pada awal diberlakukannya kebijakan ganjil genap tersebut.

"Dengan adanya kebijakan seperti ini Bekasi timur- barat akan menurun atau lebih lancar sekitar 20 persen tetapi di Kalimalang ada peningkatan sedikit untuk awal-awalan. Antisipasi sudah ada di ruas krusial tapi ke depan masyarakat akan beralih ke angkutan umum," pungkasnya. (Frida Astuti/bus)