Kamis, 14 November 2019 | 19:00 WIB
Relawan Gatot Nurmatyo Datangi Kantor DPP PKS
Jumat, 13 April 2018 | 08:26 WIB
-

Skalanews - Sejumlah relawan yang mengatasnamakan Relawan Selendang Putih Nusantara (RSPN) mendatangi kantor DPP PKS di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (12/4).

Menurut Ketua Umum RSPN, Rama Yumatha menyatakan tujuan kedatangan untuk berkomunikasi guna menghantarkan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo sebagai calon Presiden pada perhelatan Pilpres 2019 mendatang.

"Pertemuan dengan DPP PKS ini merupakan rangkaian agenda kami audiensi dengan partai-partai. Paling tidak mengenalkan selendang putih secara organisasi dan mengemukakan pendapat bagi masyarakat untuk mendukung Gatot Nurmantyo sebagai RI 1 untuk pemilu 2019," ujar Rama.

Rama menyebutkan, pihaknya juga ingin mengetahui apa keinginan masing-masing partai terhadap calon presiden.

"Jadi dari partai-partai itu kita ingin tahu maunya apa, bagaimana mekanismenya gitu kan, nanti hal-hal begini kita akan beritahukan ke pak Gatot."

Selanjutnya, kata Rama, Gatot lah yang menentukan sikap apa saja yang diinginkan Partai Politik.

"Nanti kita akan sampaikan, Pak Gatot partai ini maunya begini, karena kita kan cuma masyarakat yang bisa minta ke partai. Kita kan nggak bisa mengusulkan presiden sendiri," tutur Rama.

Selain itu, Anggota Dewan Penasihat RSPN, Reza Fahlevi menambahkan bahwa sisa waktu yang sedikit ini membuat kelompoknya semakin bersemangat.

"Dan dengan kondisi itu justru dengan semakin sempitnya waktu, kita menjadi semakin semangat untuk menyuarakan Pak Gatot untuk RI 1," tegas Reza.

Saat disinggung soal keseriusan Gatot mencalonkan diri sebagai Presiden, Reza mengungkapkan hal itu hanya persoalan waktu semata.

"Secara eksplisit Pak Gatot pernah menyampaikan ya terkait keinginan mencalonkan diri sebagai Capres, kami melihat soal waktu saja, karena kan pak Gatot pensiunnya baru pertanggal 1 April ini dan juga sepanjang yang kita tahu, begitu pensiun pak Gatot keluar negeri, jadi ini soal waktunya saja," pungkas Reza. (Bisma Rizal/bus)