Jumat, 22 November 2019 | 10:14 WIB
Muhammadiyah Nilai Pemberantasan Korupsi Mulai Lamban
Kamis, 12 November 2015 | 16:09 WIB
Ilustrasi - [Agung SW/Skalanews]

Skalanews - Pengurus Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) menilai pemberantasan korupsi saat ini mulai melamban. Indikasinya, banyak kasus-kasus korupsi besar dan masif tidak ditangani.

Lambannya pemberantasan korupsi ini karena adanya upaya pelemahan pemberantasan korupsi, juga usaha meminimalisir peran dan eksistensi KPK.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat jumpa pers penyataan sikap soal 'Masalah Korupsi dan Eksistensi KPK' di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Kamis (12/11).

"Kasus-kasus besar dan masif dari korupsi ini tidak ditangani dan dibereskan," kata Haedar.

Haedar menegaskan, peran KPK hingga saat ini masih sangat diperlukan, meski ada kepolisian dan kejaksaan yang juga bisa mengusut kasus korupsi.

"Kita percaya ada kepolisian, peradilan, kejaksaan. Tapi tanpa institusi KPK, pemberantasan korupsi akan susah," ujarnya. (Deddi Bayu/Bus)