Kamis, 12 Desember 2019 | 23:10 WIB
Amien Rais: Pancasila Semakin Hampa
Kamis, 17 Agustus 2017 | 20:14 WIB
-

Skalanews - Mantan Ketua MPR Amien Rais menyebutkan, telah terjadi pergeseran akan nilai-nilai Pancasila. Padahal, lima mutiara yang digali oleh Presiden Soekarno adalah sifatnya Bangsa Indonesia.

Namun, menurut Amien hal itu sudah semakin redum dan hampa. Karena telah tergantikan oleh faham yang lain. Sebagai contoh Liberalisme yang menghambakan keuangan.

Dimana, menurut Amien dahulu bangsa Indonesia memiliki sikap keberpihakan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa namun sekarang menjadi keuangan yang sangat budaya.

"Tapi praktiknya jadi bergeser, seperti sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa menjadi keuangan yang sangat budaya," kata Amien dalam pidatonya di upacara HUT RI ke-72 di Universitas Bung Karno (UBK), Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (17/8).

Atas dasar itulah, Amien menyebutkan, jika Pancasila sebagai dasar negara semakin hampa.

Pegeseran sifat bangsa itu, kata Amien bukan saja terjadi pada sila pertama tetapi juga pada sila kedua hingga sila kelima.

"Sila kedua Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab, sekarang ini menjadi kemanusiaan yang tidak begitu adil dan sedikit biadab. Ketiga persatuan Indonesia yang terjadi perpecah belahan," jelasnya.

"Partai-partai dipecah, umat Islam diadu, umat beragam juga diadu satu sama lain. Kita sedang mencari siapa dibalik semuanya. Kalau ketahuan nanti harus kita kasih perhitungan bersama," lanjutnya.

Untuk sila keempat saat ini semakin lama musyawarah itu semakin ditinggalkan. Sila kelima menjadi kezaliman sosial bagi kebanyakan rakyat yang memang sudah lama menderita.

Tapi, Amien menyerukan bagi rakyat Indonesia untuk terus berjuang. "Jangan menyerah terus berjuang! Kata Bung Karno bangsa yang terus berjuang tidak ada stasiun terakhir," ucapnya.

Senada dengan Amien Rais, Rachmawati Soekarnoputri juga mengatakan ada gerakan sistematis untuk memecah belah bangsa. Kendati demikian, ia meminta rakyat untuk mempertahankan bangsa Indonesia.

"Ada gerakan sistematis untuk hadapkan antar agama dan antar budaya. Ini dulu dikenal dengan pertentangan antar kelas yang dibawa oleh komunis," tuturnya.

"Kita harus bangun jiwa raga untuk mempertahankan bangsa kita. Tidak bisa hanya TNI dan lain-lain tanpa bahu-membahu dengan rakyat untuk pertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkas Rachmawati.(Bisma Rizal/dbs)