Sabtu, 18 Januari 2020 | 01:19 WIB
Menaker Resmikan Pembangunan 300 Rumah Buruh Migran di Ponorogo
Senin, 18 Desember 2017 | 20:52 WIB
M. Hanid Dhakiri serah secara simbolik kunci rumah bagi buruh migran Indonesia di Ponorogo, Jatim - [biro humas kemnaker]

Skalanews - Dalam rangkaian puncak peringatan Hari Migran Internasional 2017, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri melakukan peletakan batu pertama pembangunan 300 unit rumah buruh migran di Ponorogo, Jawa Timur.

Uniknya, saat melakukan peletakan batu pertama tersebut, Menaker Hanif mengenakan baju warok warna hitam yang menjadi baju tradisional khas masyarakat Ponorogo.

"Semoga peletakan batu pertama perumahan TKI di Ponorogo ini bisa memberikan manfaat bagi para buruh migran. Cicilannya juga gak boleh memberatkan masyarakat. Jadikan ini sebagai investasi akhirat juga," kata Menaker Hanif di Ponorogo pada Senin (18/12).

Saat ini di lokasi pembangunan telah tersedia tanah seluas 6.240 meter persegi yang akan dijadikan perumahan bagi pekerja migran Indonesia. Pada tahap awal akan dibangun rumah dengan tipe 36 dan 45.

Dalam kesempatan ini, Menaker memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berinisiatif membantu mewujudkan perumahan bagi para buruh migran Indonesia .

"Pemerintah terus mendukung dan siap memfasilitasi pembangunan rumah bagi para buruh migran di berbagai daerah di Indonesia. Semoga bisa meningkatkan kesejahteraan buruh migran kita," kata Menteri Hanif.



Dikatakan Hanif, salah satu aspek penting yang perlu dipikirkan bagi pekerja migran, khususnya purna TKI adalah memastikan penggunaan remitansi atau uang hasil kerja itu digunakan untuk kepentingan yang produktif.

"Kita mendorong agar dimanfaatkan untuk yang lebih produktif. Mungkin investasi rumah, investasi pendidikan, dsb. Sehingga uang yang diperoleh di luar negeri itu bermanfaat. Kalau hanya sekedar dimanfaatkan untuk hal yang konsumtif, itu suatu hal yang produktif," kata Hanif.

Pemerintah juga, kata Menaker Hanif telah memutuskan masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri diwajibkan untuk ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Nah yang ingin saya sampaikan dalam konteks pekerja migran adalah Jaminan Hari Tua (JHT). Kalau TKI itu semuanya bisa ikut di BPJS Ketenagakerjaan, sesungguhnya nanti kredit untuk perumahan itu disiapkan oleh BPJS Ketenagakerjaan," kata Hanif.

Selain itu, kata Hanif, pemerintah pun mempermudah akses KUR yang bunganya sama Pak Jokowi terus diturunkan. Dari sekitar 24 persen, kemudian 9 persen, dan tahun ini akan turun lagi menjadi 7 persen. Ini sudah sangat aksesibel bagi masyarakat yang ingin membahas wirausahawan baru.

"Tak hanya itu saja tentunya, fasilitas lainnya juga yang bisa dimanfaatkan oleh para pekerja migran kita. Dan ini salah satu upaya dari Pemerintah agar TKI kita ini lebih baik," kata Hanif (deddi bayu/bus)