Kamis, 21 Juni 2018 | 07:23 WIB
OJK: Asuransi Usaha Udang Diikuti 2.004 Pembudidaya
Jumat, 12 Januari 2018 | 22:34 WIB
-

Skalanews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat program asuransi usaha budi daya udang (AUBU) diikuti oleh 2.004 pembudidaya di 14 provinsi.

"Asuransi usaha budi daya udang ini yang pertama kali di dunia. Preminya ditanggung oleh pemerintah dari anggaran KKP," kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2 OJK, Moh. Ihsanuddin, di Jakarta, Jumat (12/1).

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Desember 2017 telah meluncurkan produk asuransi usaha budi daya udang bekerja sama dengan OJK.

Data per 31 Desember 2017 menunjukkan realisasi premi untuk program AUBU mencapai Rp1,48 miliar dengan realisasi lahan seluas 3.300 hektare.

Ihsanuddin mengatakan asuransi usaha budi daya udang tersebut baru diikuti oleh empat perusahaan asuransi. Beban premi untuk asuransi usaha budi daya udang keseluruhan ditanggung oleh KKP.

Mengingat program tersebut baru diluncurkan pada Desember 2017, Ihsanuddin mengatakan belum memiliki data mengenai realisasi klaim. Namun, menurut dia, banyak kemudahan yang diterima petambak udang.

Dalam satu tahun, petambak udang bisa klaim tiga kali apabila ada kegagalan. Penyebab kegagalan secara garis besar dibagi dua, yaitu apabila benih udang mati akibat penyakit dan bencana alam.

"Budi daya udang siklus panen setahun tiga kali, maka dimungkinkan klaim setahun tiga kali kalau penyebabnya penyakit atau bencana alam," ucap Ihsanuddin.

Harga pertanggungan program asuransi tersebut sebesar Rp5 juta per siklus panen dengan batas maksimum ganti rugi Rp15 juta setahun.(ant/dbs)