Kamis, 21 Maret 2019 | 03:29 WIB
Banyak Agenda Besar yang Perlu Diamankan, Polri Kerahkan Brimob
Kamis, 15 Februari 2018 | 13:07 WIB
-

Skalanews - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memimpin acara Rakernis Polri di lapangan Korps Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat hari ini, Kamis (15/2). Rakernis dimulai dengan apel bersama.

"Saya ucapkan terimakasih kepada Dankor Brimob atas inisiatif penyelenggaraan apel bersama ini, sekaligus memberikan kesempatan kepada saya, Wakapolri, dan segenap pejabat utama untuk bertemu dengan jajaran pasukan elit polri korps Brimob Polri," kata Tito dalam sambutannya di Korps Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (15/2).

Tito menyebut Brimob merupakan kekuatan utama dari Polri. Karena anggota Brimob memiliki postur para militer, dan memiliki sejumlah kemampuan dan merupakan alat pemukul utama bagi Polri.

Oleh itu Brimob sangat diandalkan untuk menghadapi banyaknya tugas yang harus dilakukan Polri tahun ini dan tahun mendatang seperti Pilkada dan Pilres 2019.

"Di tahun ini ada cukup banyak agenda yang harus diamankan oleh Polri. Di antaranya Pilkada Serentak yang sudah dimulai tahapannya tanggal 12 dengan penetapan hasil verifikasi pasangan calon beberapa waktu yang lalu.

Dilanjutkan dengan masa kampanye dan puncaknya adalah pemungutan suara tanggal 27 Juni dilanjutkan dengan tahapan berikutnya penghitungan suara," rincinya.

Disambung Tito lantas dilanjut dengan pemilihan anggota Legislatif pada bulan Juli yang dimulai dengan rangkaian pendaftaran. Kemudian agenda Asian Games yang dilaksanakan bulan Agustus sampai dengan awal September di Sumatera Selatan, Jakarta dan juga beberapa venue di Jawa Barat,

Selain itu kegiatan besar yaitu konferensi AMF World Bank juga harus diamankan pada Oktober mendatang.

Selain pesta demokrasi yang juga harus dipersiapkan yakni pengamanan mudik 2018.  untuk melakukan operasi ketupat pada bulan Juni 2018. Hal itu untuk memantau arus mudik, arus balik mudik, harga sembako, kejahatan konvensional dan yang lainnya.

"Terus dilanjutkan dengan operasi lilin pengamanan Natal dan tahun baru di akhir tahun, belum lagi kita menghadapi berbagai masalah-masalah yang bersifat rutin seperti kejahatan konvensional yang berintensitas tinggi, kemudian kasus-kasus terorisme seperti operasi tinombala yang masih terus berlanjut, juga penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua," bebernya.

Saat ini kekuatan Brimob seluruh Indonesia berjumlah 40500 personel, 6035 personel ada pada jajaran pusat yaitu Korps Brimob Polri dan sisanya 34466 pada jajaran Sat Brimob daerah.

"Dengan banyaknya tugas yang tersebar di semua wilayah 171 Pilkada serentak, maka kita menggunakan sistem lapis kemampuan backup, jajaran Korps Brimob Polri yang berjumlah 6035 betul-betul saya minta siap siaga sewaktu-waktu digunakan untuk membackup bila terjadi keadaan kontigensi di wilayah lain," pungkasnya.(Frida Astuti/dbs)