Selasa, 11 Desember 2018 | 20:29 WIB
BPS: Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Naik 0,90 Persen
Senin, 16 April 2018 | 18:01 WIB
-

Skalanews - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2017 mencapai 70,81 poin atau naik sebesar 0,63 poin atau 0,90 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan bahwa IPM Indonesia dari waktu ke waktu terus mengalami kenaikan, saat ini, dengan indeks berada pada angka 70,81 poin masuk dalam kategori tinggi. Namun, masih ada ketimpangan yang cukup tinggi khususnya antara DKI Jakarta dengan Papua.

"IPM Indonesia ada kenaikan, tapi ada pekerjaan rumah terkait dengan ketimpangan, baik antar provinsi, dan antar kabupaten kota," kata Suhariyanto di Jakarta, Senin (16/4).

IPM Provinsi DKI Jakarta tercatat mencapai 80,06 poin atau masuk kategori sangat tinggi. Sementara di Papua, IPM tercatat sebesar 59,09 atau masih masuk kategori rendah. Rata-rata IPM Indonesia sejak 2010-2017 mengalami pertumbuhan sebesar 0,89 persen.

IPM disusun dengan menggunakan tiga dimensi, yakni dimensi kesehatan yang diukur dengan indikator umur harapan hidup, dimensi pengetahuan atau pendidikan yang diukur dengan harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah, serta dimensi hidup layak yang didekati dengan pengeluaran per kapita yang disesuaikan.

Dengan melihat Umur Harapan Hidup tahun 2017, bayi yang lahir pada tahun tersebut memiliki harapan untuk hidup hingga berusia 71,06 tahun, atau lebih lama 0,16 tahun dibandingkan mereka yang lahir tahun sebelumnya.

Anak-anak yang berusia tujuh tahun pada 2017, memiliki harapan untuk menikmati pendidikan selama 12,85 tahun (Diploma I), lebih lama 0,13 tahun dibandingkan dengan yang berusia sama pada 2016.

Sementara itu, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 8,10 tahun (kelas IX), lebih lama 0,15 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2017, masyarakat Indonesia memenuhi kebutuhan hidup dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebesar 10,66 juta rupiah per tahun, meningkat 244 ribu rupiah dibandingkan pengeluaran tahun sebelumnya.

Pada 2017, jumlah provinsi yang berstatus IPM sangat tinggi adalah DKI Jakarta, sementara yang berstatus tinggi tercatat ada 14 provinsi, status sedang sebanyak 18 provinsi, dan berstatus rendah adalah Provinsi Papua.(antara/dbs)