Sabtu, 22 September 2018 | 05:23 WIB
Temui Menaker Singapura, Dubes Ngurah Bahas Perlindungan PMI
Rabu, 11 Juli 2018 | 03:17 WIB
Ngurah Swajaya dan Josephine Teo - [biro humas kemnaker]

Skalanews - Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya bertemu Menteri Tenaga Kerja Singapura, Josephine Teo.

Pertemuan tersebut pertama kali sejak Menteri Josephine Teo menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan keduanya membahas berbagai isu ketenagakerjaan kedua negara, khususnya mengenai perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura.

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Ngurah Swajaya mengapresiasi peranan Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MoM) dalam memberikan perlindungan bagi para PMI dan mengharapkan agar Indonesia dan Singapura dapat terus berkoordinasi dalam memberikan manfaat timbal balik yang positif untuk PMI bagi kedua negara.

Dubes Ngurah Swajaya menjelaskan bahwa KBRI Singapura mengedepankan aspek "Beyond Protection", yaitu pemberdayaan dan peningkatan kapasitas bagi PMI melalui penyelenggaraan pelatihan keterampilan di berbagai bidang yang diminati sehingga para PMI memiliki modal keterampilan untuk memulai karir baru pada saat mereka kembali dari Singapura.

Dubes Ngurah Swajaya telah memberikan sertifikat hasil pelatihan kepada 600 PMI pada hari Minggu (8/7) yang mencakup bidang, seperti barista, baking, menjahit, tata rias dan sebagainya. Kegiatan seperti ini sangat diapresiasi oleh Menaker Josephine Teo.



Dalam kesempatan yang sama, Menteri Teo juga menyatakan keinginannya untuk menindaklanjuti hasil pertemuannya dengan Menteri M. Hanif Dhakiri yang dilakukan di Jenewa pada bulan Juni yang lalu di sela-sela 107th International Labour Conference di Jenewa. Diantaranya mengenai kerja sama mengenai Skill and Career Development antara lembaga terkait di Indonesia dan Singapura.

Menteri Teo juga mengharapkan kunjungan Menaker Hanif Dhakiri ke Singapura untuk membahas tidak lanjut pembicaraan dimaksud.

Selain bertukar pikiran mengenai Perlindungan PMI, Dubes Ngurah Swajaya juga memaparkan keinginan agar pekerja Indonesia dimungkinkan melakukan on the job training untuk sektor hospitality, termasuk dalam bidang pariwisata. Saat ini, pelatihan juga diberikan untuk "caregiver" dan perawat yang diharapkan dapat mengisi lowongan yang dibutuhkan di Singapura.

Mengingat potensi yang besar dalam bidang pariwisata dan ekonomi digital, Menteri Teo juga menyampaikan kesiapan mendukung kerja sama peningkatan SDM dan kerja sama antar lembaga pelatihan.

Mengakhiri pertemuannya, disepakati KBRI dan Kemenaker Singapura terus berkonsultasi dan berkoordinasi untuk perlindungan PMI di Singapura dan menjamin manfaat timbal balik.

Di samping itu, Dubes Ngurah Swajaya juga memberikan Buku RISING 50 untuk peringatan 50 Tahun Hubungan Bilateral kedua negara yang diperingati pada tanggal 7 September 2017 lalu. (deddi bayu/bus)