Rabu, 17 Oktober 2018 | 01:36 WIB
Menkeu: Investasi Hijau Bermanfaat untuk Pengadaan Infrastruktur
Kamis, 11 Oktober 2018 | 16:16 WIB
Sri Mulyani - [dok.skalanews]

Skalanews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, investasi hijau mempunyai manfaat untuk mendukung pengadaan infrastruktur yang jumlahnya masih terbatas guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kita memerlukan investasi ramah lingkungan untuk mencegah perubahan iklim dan kondisi yang mengurangi manfaat positif pertumbuhan ekonomi," kata Sri Mulyani dalam diskusi "How to Mobilize Private Investment for Green Infrastructure Promoting Intraregional Connectivity" di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Sri Mulyani mengatakan, keterbatasan sarana infrastruktur telah membatasi kinerja perekonomian untuk tumbuh lebih optimal sehingga dibutuhkan upaya yang lebih kompetitif guna meningkatkan partisipasi swasta dalam pembangunan infrastruktur.

Namun, pembangunan infrastruktur ini tidak boleh mengorbankan lingkungan sehingga sangat penting untuk mendorong investasi hijau yang bisa memenuhi kebutuhan infrastruktur tanpa menyebabkan masalah perubahan iklim di masa depan.

Proyek infrastruktur hijau tersebut, tambah dia, harus memperhatikan aspek konsep penataan ruang mulai dari tahapan perencanaan hingga pembangunan dengan mengaplikasikan beberapa prasyarat yang berbasis ramah lingkungan.

"Pemerintah harus melakukan intervensi agar 'green financing' dan 'green infrastructure' dapat terus berkembang. Kita perlu mengoreksi pasar bebas yang cenderung tidak memperhitungkan dampak proyek yang tidak ramah lingkungan," kata Sri Mulyani.

Meski demikian, skema pembiayaan melalui investasi hijau, yang diantaranya dapat terwujud melalui penerbitan sukuk hijau, masih mempunyai risiko yang harus diperbaiki untuk memikat investor swasta dan memberikan hasil optimal dalam jangka panjang.

Untuk itu, keterlibatan pemerintah dibutuhkan untuk menciptakan kepastian bagi investor hijau dengan memperbaiki persoalan regulasi maupun mengatasi perkembangan teknologi ramah lingkungan yang dirasakan terlalu mahal.

"Tidak ada satu model 'green financing' yang berhasil untuk semua negara. Kebijakan dan pilihan investasi yang inovatif dan membawa manfaat harus sesuai dengan masing-masing kondisi negara, didukung oleh strategi yang komprehensif," ujar Sri Mulyani.

Selama ini, menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia, pemerintah sudah berupaya untuk mengembangkan ekonomi hijau guna mengurangi pemanfaatan karbon dan mengatasi persoalan iklim yang diterjemahkan dalam RPJMN.(ant/dbs)